Home / Berita / Internasional / Afrika / Buruknya Penjara di Mesir, Kurang dari 48 Jam 4 Tahanan Tewas Perlahan

Buruknya Penjara di Mesir, Kurang dari 48 Jam 4 Tahanan Tewas Perlahan

Padatnya penghuni penjara di Mesir (islammemo.cc)
Padatnya penghuni penjara di Mesir (islammemo.cc)

dakwatuna – Kairo. Lembaga HAM Internasional yang berpusat di Jenewa Swiss melaporkan, sebuah pelanggaran HAM telah terjadi di penjara Mesir. Tercatat ada 4 orang tahanan yang tewas secara perlahan di dalam penjara Mesir. Ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari 48 jam paska kementerian Dalam Negeri Mesir melaporkan pihaknya telah menyiapkan penjara baru dengan pelayanan terbaik untuk penghuni penjara.

Ahmad Mufarrah, mantan direktur lembaga ini melalui konfrensi press, Ahad (28/9/2014) kemarin mengatakan, bahwa pihak Kemendagri Mesir telah melakukan pembohongan publik. Karena faktanya penjara dan tempat-tempat tahanan mereka tak ubahnya kuburan yang membunuh para penghuninya secara perlahan.

Mufarrah menambahkan, selama ini pihak Kemendagri Mesir mengklaim memberikan fasilitas layaknya hotel bintang 5 kepada para tahanan. Namun pada prakteknya, kondisi mereka sangat memprihatinkan.

Lembaga HAM ini mendata 4 orang tahanan yang tewas di dalam penjara masing-masing bernama Saad Syahata (50) tewas di pos kepolisian As-Salum di propinsi Marsa Matruh. Dari kondisi jasadnya terlihat memprihatinkan, karena terlihat adanya bekas penyiksaan. Muhammad Rusydi (27) tewas di pos kepolisian Saidi jabi di propinsi Iskandaria. Ia tewas karena tidak adanya penanganan serius dari tim medis penjara. Ia mengalami tekanan darah tinggi, beberapa rekannya meminta kepada pihak penjara untuk membawanya ke UGD, namun permintaan tersebut tidak dihiraukan hingga akhirnya Rusydi pun meninggal dunia.

Ahmad Jadu Khalil (28) tewas di dalam penjara Al-Wadi Al-Jadid, juga karena kelalaian medis. Ia juga mengalami tekanan darah tinggi namun pihak medis tidak memberikan perawatan yang memadai. Ishom Ahmad Abdullah (64) tewas di dalam penjara Almenia, juga mengalami kelalaian medis. Ia menderita penyakit hepatitis akut dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dari pihak penjara.

Perlu diketahui bahwa sejak terjadinya kudeta militer terhadap presiden terpilih Muhammad Mursi, para pendukung legitimasi Mursi banyak yang dijebloskan ke dalam penjara. Buruknya kondisi serta minimnya perhatian pemerintah kudeta terhadap para tahanan, menyebabkan banyak dari mereka yang akhirnya mati di penjara secara perlahan. (msy/imo/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Syarief
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Lihat Juga

Perlakuan tidak manusiawi polisi Mesir (bbc.co.uk)

Puluhan Ribu Orang Ditahan Secara Rahasia di Mesir