Home / Berita / Opini / Lagi, ‪Konyolnya Seorang Ahok: Ente Jual Kami Beli

Lagi, ‪Konyolnya Seorang Ahok: Ente Jual Kami Beli

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

semangat berqurbandakwatuna.com Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok melarang pemotongan hewan qurban dilakukan di tempat-tempat umum, termasuk sekolah dan masjid. Lalu Ahok pun menghimbau agar pemotongannya dilakukan di RPH (Rumah Pemotongan Hewan) saja dengan alasan untuk menjaga kebersihan tempat-tempat umum tersebut.

Menurut saya intruksi Ahok ini sungguh keterlaluan, mengapa? Sebab Ahok ini non-muslim, jadi dia tidak tahu (atau pura-pura/sengaja tidak tahu) jika pemotongan hewan qurban itu adalah salah satu bagian dari ibadah umat Islam. Yaitu merupakan satu rangkaian dari ibadah haji dan hari raya Idul Adha, yang dilakukan pada setiap tahun, yang tentu saja prosesinya juga tidak mungkin dilakukan secara sembarangan.

Jika yang dipermasalahkan dan diributkan Ahok soal kebersihan lingkungan, menurut saya in ipun terlalu mengada-ada alasannya. Sebab sudah sekian lama umat Islam melaksanakan Idul Qurban ini, dan tidak pernah menimbulkan masalah kebersihan. Karena panitia penyelenggara pemotongan hewan qurban sangat paham daripada Ahok, bagaimana cara mengatasi hal tersebut. Tak perlu Ahok mengajarinya, apalagi sampai membuat larangan (instruksi) konyol tersebut.

Seandainya prosesi pemotongan hewan qurban itu bukan dilakukan di masjid, tapi dilakukan di tempat ibadah umat non-muslim (gereja, wihara, klenteng) barulah boleh dan wajib si Ahok protes keras. Sebab itu memang jelas-jelas melanggar aturan agama manapun. Dan saya pun akan setuju dengan sikap Ahok (juga Jokowi yang ikut menandatangani surat keputusan tersebut), jika hal ini terjadi.

Namun faktanya, ini adalah ibadahnya umat Islam dan pelaksanaannya pun di rumah ibadah umat Islam itu sendiri (masjid), yang dijamin tidak akan mengganggu umat beragama lainnya. Jadi apa urusannya si Ahok ikut campur dalam tata cara ibadah umat Islam ini? Apa maunya dia yang dengan arogannya melarang umat Islam untuk menjalankan ibadahnya? Bukankah kebebasan beragama itu diatur oleh UUD 1945 (konstitusional)? Masalah Ahok mau memisahkan antara agama dengan politik, itu urusan Ahok. Jangan membawa-bawa serta mengganggu umat Islam ataupun umat beragama lainnya. Karena ini merupakan hak asasi manusia di manapun mereka berada.

Jikapun Ahok tidak mengerti hukum Islam, maka jangan berlagak “sotoy alias sok tau” dengan membuat peraturan semaunya. Sebab ini akan menyakiti hati umat Islam serta dikhawatirkan akan menimbulkan konflik horizontal (ujung-ujungnya SARA). Andai memang benar-benar tidak paham, alangkah baiknya Ahok bertanya kepada yang lebih paham tentang hukum Islam, misalnya MUI. Ini tentu lebih bijak buat si Ahok.

Di sini saya ingin memperingatkan Ahok, jangan suka “membangunkan macan tidur”. Jangan juga suka bikin rusuh serta jangan coba-coba mencari musuh dengan umat Islam. Sebab jika umat Islam sudah marah, itu akan sangat berbahaya buat saudara Ahok sendiri. Karena pada dasarnya umat Islam itu tidak mau mencari ribut serta mencari musuh dengan siapa pun. Islam itu agama cinta damai dan penuh kasih sayang. Namun jika diusik dan diganggu secara terus-menerus, lama-lama umat ini akan bangkit (marah) juga. Ibarat pepatah: “Semut yang sengaja diinjak terus-menerus, pasti akan menggigit pula”. (dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (79 votes, average: 8,87 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ria Dahlia
Ibu rumah tangga dengan 5 orang anak.Terus berkarya, baik dalam diam maupun bergerak, tak ada kata berhenti sampai Allah yang menghentikannya, tetap tegar walau badai menghadang.
  • Aldo Rahmat

    Ga nyangka ternyata Ahok suka ikut campur urusan beginian, maksudnya
    baik supaya tidak mengotori lingkungan, tetapi cuma caranya aja yang
    salah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.

  • Hendra Hendrasmara

    Ahok kopplak siah….

  • Rizky Yanto

    Ahok mungkin merasa keberhasilannya menembus kursi elite pemerintahan membuatnya menjadi manusia yg “lebih”,sehingga merasa sah2 saja dia berbuat dan berkata semaunya.Padahal kalau Ahok mau jadi pemimpin yg bijak sudah seharusnya lebih menjaga tindakan dan tutur katanya agar tidak membuat warga yg dipimpinnya gerah.Tidak berlebihan kalau umat Islam minta hak2nya dihargai karena umat Islam juga bersedia menghargai umat lain.

  • Buat pelajaran bagi ummat Islam: memilih pemimpin ada giudeline-nya
    dalam Islam. Beginilah kalau petunjuk itu dilanggar. sebelum pemilihan
    gubernur dulu sudah diingatkan sama H. Rhoma soal memilih pemimpin yang
    non-muslim. Jelas sekali sekarang dari tindak-tanduk dan kebijakan yang
    dibuatnya. Semoga hal ini tidak bertambah parah dan menjadi-jadi.
    sebab sejauh ini kayaknya sudah semakin berbau SARA.

    Yang
    terpenting sekarang adalah bagaimana menyikapi hal ini. dan yang lebih
    penting lagi “Ummat Islam harus sudah sadar siapa yang seharusnya
    dipilih untuk menjadi pemimpinnya”…

    Dan pemimpinpun harus tahu bahwa: Pemimpin bukannya lebih kuat daripada yang dipimpinnya. dia dipilih hanya sebagai perwakilan untuk menjalankan amanah dari yang dipimpin. kalau masyarakat lebih jauh dikecewakan maka kepemimpinannya tidak akan bertahan lama atau setidaknya tidak akan berjalan dengan lancar.

    Wallahu a’lam

  • Fazar Febriansyah II

    Bu Mega, Ibu yang menjadi penanggung jawab pertama atas dosa kesalahan
    Ibu kpd Allah swt dgn kesalahan Ibu memilih dan mencalonkan Ahok sbg
    wakil gubernur bersama Jokowi saat itu. Seandainya wakil itu bukan ahok,
    tidak menutup kemungkinan Cagub Jokowi saat itu mendapat dukungan penuh
    dari warga jakarta beragama islam. Sayangnya hal tersebut tidak
    terpikirkan oleh ibu. Yang lebih salahnya lagi, Ibu menunjuk Jokowi sbg
    calon presiden RI yang dengan sangat JELAS ibu berniat untuk menjadikan
    Ahok sbg GUBERNUR DKI JAKARTA tanpa susah payah (pemilu) lagi. Dan jjka
    seandainya Ahok melakukan (pemilu) untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta
    pasti akan banyak pihak yang menolak ahok dan memilih pasangan nomor
    urut lain untuk menjadi pemimpin di Ibu Kota Negara Islam terbesar INI
    Republik Indonesia. Salam hormat untuk Ibu Megawati Soekarno Putri

Lihat Juga

Relawan Jokowi Pro Jokowi (Projo) dan Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) menegaskan bahwa mereka tidak mendukung Ahok pada pilkada DKI 2017. (kompas.com)

Relawan Jokowi: Kita Tak Dukung Ahok, dia Bisa Karena Dompleng Jokowi