Home / Berita / Nasional / Imam Masjid Istiqlal: Daripada Larang Penyembelihan di SD, Lebih Baik Larang Tayangan TV yang Merusak Moral Anak-Anak

Imam Masjid Istiqlal: Daripada Larang Penyembelihan di SD, Lebih Baik Larang Tayangan TV yang Merusak Moral Anak-Anak

Antusias Siswa Sekolah Dasar (SD) menyaksikan penyembelihan hewan kurban. (pikiran-rakyat.com)
Antusias Siswa Sekolah Dasar (SD) menyaksikan penyembelihan hewan kurban. (pikiran-rakyat.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Instruksi larangan pemotongan hewan kurban di lingkungan Sekolah Dasar (SD) yang ditandatangani oleh Wagub Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mendapat kecaman dari Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, KH. Ali Mustafa Ya’qub.

Ali Mustafa mengatakan, tak ada larangan bagi anak-anak untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Menurutnya, alasan kesadisan yang bisa mempengaruhi anak-anak dinilai terlalu mengada-ada.

Ya’qub mengusulkan, daripada pemprov melarang penyembelihan hewan di lingkungan SD, lebih baik melarang tayangan televisi yang sudah terbukti merusak moral anak-anak. Menurutnya, itu jauh lebih mendesak dan penting. Tidak sedikit anak yang berperilaku menyimpang akibat tayangan televisi.

Dia menjelaskan, tayangan yang kerap mengumbar aurat, menjelek-jelekkan sesama manusia, bahkan kekerasan, justru malah dibiarkan. “Kalau itu dilarang tayang, saya dukung sepenuhnya 100 persen,” katanya, Jumat (26/9/14) dikutip dari ROL.

Dia menilai, pelarangan penyembelihan hewan kurban di lingkungan SD oleh Pemprov DKI Jakarta tak masuk akal. Sebab, faktanya tidak pernah ada anak-anak yang kemudian melakukan pembunuhan atau kekerasan lain yang diakibatkan karena melihat penyembelihan hewan kurban.

Menurutnya, sejak zaman dahulu anak-anak kecil menyaksikan penyembelihan hewan kurban di kampungnya masing-masing. Hal itu justru bermakna ibadah karena untuk lebih memahami makna Hari Raya Idul Adha itu sendiri. Apalagi dengan didampingi orang tua untuk menjelaskan sejarah penyembelihan hewan kurban. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (29 votes, average: 9,28 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (Syaeful Bahri)

Perlukah Orang Tua Mengantar ke Sekolah?

Organization