Home / Berita / Daerah / DPRD DKI Menyayangkan Pelarangan Pemotongan Hewan Qurban di SD oleh Ahok

DPRD DKI Menyayangkan Pelarangan Pemotongan Hewan Qurban di SD oleh Ahok

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Tubagus Arif. (twitter)
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Tubagus Arif. (twitter)

dakwatuna.comInstruksi Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama atau yang lebih dikenal dengan Ahok, meresahkan masyarakat. Instruksi nomor 67 Tahun 2014 tersebut menyebutkan tentang instruksi Ahok kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta agar melarang kegiatan pemotongan hewan kurban di lokasi sekolah pendidikan dasar.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD DKI Jakarta, Tubagus Arif, mengatakan bahwa untuk hal-hal yang terkait dengan kebijakan publik, seharusnya Gubernur berkonsultasi dahulu ke DPRD DKI Jakarta. Karena kebijakan tersebut berdampak kepada orang banyak.

“Instruksi tersebut belum dikonsultasikan ke DPRD DKI Jakarta,” ujar Tubagus Arif ketika dihubungi redaksi dakwatuna.com, Kamis (25/9/2014).

Sedangkan terkait dengan pelarangan pemotongan hewan qurban di lokasi sekolah pendidikan dasar, Tubagus Arif menyayangkannya.

“Jika hanya diatur mengenai kebersihannya, kehalalannya, dan sebagainya, itu oke. Tapi jika pemotongan hewan qurban dilarang di SD, itu melanggar norma agama. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah dasar juga merupakan sarana syiar dan pendidikan dalam hal agama. Jadi seharusnya tidak dilarang,” ujar Tubagus Arif.

Sebelumnya diberitakan bahwa Pemda DKI melarang pemotongan hewan qurban di SD agar anak tidak melihatnya dan agar tidak kotor. “Itu verbalnya dari dinas peternakan. Soal SD itu memang dari permintaan kepala sekolahnya waktu rapat. Bukan saya yang larang motong kurban, mereka minta kalau bisa potong kurban jangan di SD biar anak-anak nggak ngelihat sama biar nggak kotor,” kata Ahok di balai kota DKI, Jakarta, Rabu (24/9/2014).

Walaupun demikian, instruksi tersebut ditandatangani oleh Ahok selaku Plt Gubernur DKI Jakarta pada tanggal 17 Juli 2014. (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Ahok Tuding Massa Aksi Damai 411 Dibayar 500 Ribu, Aa Gym: Setop Sakiti Hati Umat Islam