Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Buku Saku Rahasia Keberkahan

Buku Saku Rahasia Keberkahan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Buku Saku Rahasia Keberkahan".
Cover buku “Buku Saku Rahasia Keberkahan”.

Judul Buku : Buku Saku Rahasia Keberkahan

Penulis : Taufiq Ali Zabady

Penerbit : Zaman

Cetakan : 2014

Tebal   : 207 halaman

ISBN : 978-602-1687-07-9

 

Hidup Bahagia Bila Mencari Berkah

dakwatuna.com Banyak cara manusia dalam mencapai kebahagiaan, salah satunya dengan bekerja keras untuk mengumpulkan harta dengan anggapan bahwa harta yang berlimpah itu terdapat suatu kebahagiaan. Ada juga yang mengejar kebahagiaan dengan tahta pada kekuasaan. Sebab menurutnya kekuasaan identik dengan kebahagiaan. Orang yang miskin menyangka bahagia itu terletak ketika ia memperoleh kekayaan yang berlimpah, orang sakit menyangka kebahagiaan itu terletak pada kesehatan. Namun, pada kenyataannya banyak orang yang memiliki harta tapi semakin tidak tenang dalam hidupnya, para penguasa merasa ketakutan, begitupun orang sehat, sehatnya tidak memberikan kebahagian kepadanya. Lantas di manakah letak kebahagiaan itu?

Menurut Taufiq Ali Zabady dalam bukunya yang berjudul Rahasia Keberkahan, mengatakan kebahagiaan itu ada dalam kehidupan penuh berkah, karena kebahagiaan itu merupakan keberkahan. Orang yang hidupnya penuh berkah akan mendapat kebahagiaan. Sebaliknya, orang yang hidupnya tidak berkah maka tidak akan mendapatkan kebahagiaan.

Melalui Buku karangan Taufiq Ali ini akan banyak mengurai rahasia hidup agar lebih berkah. Menurutnya, hidup akan lebih indah bila mencari berkah. Seorang hamba dapat dikatakan hidupnya berkah tatkala Ia selalu menebarkan manfaat di mana pun ia berada. Seperti yang dicontohkan oleh Nabi dalam meraih hidup lebih berkah yang tercatat dalam Al-Quran, “Dan Dia menjadikan aku orang yang diberkati di mana saja aku berada.”

Kehadiran buku ini secara eksplisit menerangkan beberapa ulasan tentang makna berkah, macam-macam keberkahan yang diperoleh seseorang, serta berbagai hal terkait amal-amalan apa saja yang mengandung penuh berkah dan keberkahan hingga pada peran dan sifat seseorang yang diberkahi.

Kaitannya dengan makna berkah, keberkahan, dan yang diberkahi secara bahasa memiliki dua makna, yaitu berkembang dan bertambah. Sedangkan menurut istilah berkah yaitu, adanya kebaikan pada sesuatu, artinya ketika kebaikan itu datang dari arah yang tak diketahui dan dalam bentuk yang tidak bisa dihitung atau diperkirakan, kita bisa mengatakan pada sesuatu yang dilimpahi kebaikan semacam itu bahwa ia diberkahi atau memiliki keberkahan. (hal. 14)

Sebagaimana seorang yang telah ditunjukkan Allah untuk mendapatkan berkah dan Ridha-Nya, bagi mereka ketika memberikan hak orang lain dalam hartanya bukan hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki harta kekayaan yang melimpah, namun juga bisa dilakukan oleh orang-orang yang ikhlas dan mengharap ridha Allah, karena letak keberkahan hidup itu ada pada restu dan ridha-Nya. Boleh jadi rezeki yang Allah berikan pada kita yang hanya pas untuk makan sehari-hari, namun ketika Allah berkenan memberikan ridha-Nya, rezeki itu akan menjadi berkah dibanding dengan mereka yang berlimpah ruwah harta, namun hidupnya tidak jauh lebih tenteram dibandingkan dengan mereka yang hidup pas-pasan. (hal 23-27)

Lebih Jauh, Taufiq menyimpulkan bahwa segala sesuatu, baik yang konkret ataupun yang abstrak, semuanya memiliki potensi untuk menjadi berkah. Hal ini dibuktikan dengan penelitian banyak ilmuwan yang telah membuktikan bahwa upaya mendekatkan diri kepada Tuhan, berbuat baik, dan melakukan amal naik kepada sesama merupakan faktor penting penarik segala kebaikan. Sebaliknya, berbagai hal dan tindakan yang bertentangan dengan semua tindakan baik faktor dominan yang mendatangkan segala bentuk keburukan. Maka tidak ada seorangpun yang dapat menarik nikmat Allah dan menolak bencana melebihi ketaatan kepada-Nya dan berbuat baik kepada sesama makhluk-Nya. (hal 50)

Karena itulah sepanjang sejarah manusia selalu muncul sosok yang berjuang menempuh jalan kebaikan dengan terus berbuat baik kepada sesama serta memperluas kemanfaatan dirinya dengan cara mencukupi kebutuhan orang lain, meringankan kesulitan, mengobati kesedihan yang dirasakan, dan memerikan berbagai bentuk sedekah. Dengan melakukan kebaikan semua itu, mereka sejatinya telah membuka pintu ridha dan jalan menuju Keberkahan Tuhan. Selebihnya masih banyak petunjuk dan petuah dari para tokoh besar seperti Ibnu Qayyim, al-Qusayri dengan memberikan ungkapan kata-kata nasihat dan sugesti yang penuh motivasi untuk hidup lebih berkah.

Membaca Buku Saku Keberkahan ini akan memperkaya pandangan kita hidup berkah dan cara meraih keberkahan dalam hidup serta bagaiamana rahasia menjadi sosok yang selalu diberkahi. Segalanya akan menjadi berkah jika kita mampu dengan yang kita miliki untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nursodik El Hadee
Penulis aktif di berbagai media, dan sekarang staff redaksi dan editor LPM Zenith IAIN Walisongo

Lihat Juga

Ilustrasi. (kvennabladid.is)

Kritik Kajian Sejarah Faraq Fouda Dalam Buku Al-Haqaiq Al-Ghaibah (Bag ke-1): Seputar Khilafah Abu Bakr Al-Shiddiq

Organization