Home / Berita / Internasional / Afrika / UNICEF: Ada 10 Ribu Anak-anak Dipersenjatai di Sudan Selatan

UNICEF: Ada 10 Ribu Anak-anak Dipersenjatai di Sudan Selatan

Anak-anak dalam pasukan Sudan Selatan (Islammemo)
Anak-anak dalam pasukan Sudan Selatan (Islammemo)

dakwatuna.com – Juba. Saat ini terdapat sekitar 10 ribu anak-anak ikut dalam kelompok yang sedang bertikai di Sudan Selatan. Seperti yang dinyatakan lembaga PBB untuk anak-anak, Unicef, Rabu (24/9/2014).

Ketua Unisef di Sudan Selatan, Fatoumah Ibrahim, mengatakan, “Dalam beberapa bulan terakhir, kami mendapatkan tambahan informasi terkait perekrutan anak-anak dalam pertikaian bersenjata.”

Fatoumah sangat menyayangkan terus bertambahnya jumlah anak-anak yang diikutkan dalam perang antar kelompok yang bertikai di negara yang baru saja terpisah dari Sudan tersebut.

Menurutnya, pada awal tahun ini kelompok-kelompok yang bertikai telah berkomitmen untuk menghentikan perekrutan anak-anak dan menghentikan anak-anak yang sudah dipersenjatai. Tapi kenyataannya bertolak belakang.

Fatoumah mengatakan, “Jumlah mereka saat ini mencapai 10 ribu orang. Sebanyak 70% di antaranya terdapat dalam barisan pasukan putih (pasukan separatis di bawah pimpinan mantan wakil presiden, Rayak Mashar).”

“Laporan yang kami terima, Mashar telah mengeluarkan instruksi untuk tidak merekrut anak-anak. Tapi dalam lapangan kenyataannya berbeda,” demikian Fatoumah menerangkan.

Setelah reintegrasi dari negara Sudan melalui referendum, terjadi perpecahan dalam barisan negara yang bersuku Afrika ini. Sebelumnya mereka melawan Sudan yang notabene bersuku Arab, kini mereka saling serang sesama suku Afrika. (msa/dakwatuna/islammemo)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

UNICEF Melihat Sendiri Bagaimana Orang Meninggal Karena Kelaparan di Madaya