Home / Berita / Nasional / Aktivis 98 Tagih Janji-Janji Jokowi saat Kampanye

Aktivis 98 Tagih Janji-Janji Jokowi saat Kampanye

Jokowi ketika berkanpanye di Majalengka pada Rabu, 18 Juni 2014.  (antara.com)
Jokowi ketika berkanpanye di Majalengka pada Rabu, 18 Juni 2014. (antara.com)

dakwatuna.com – Denpasar.  Ratusan aktivis yang tergabung dalam Perhimpunan Nasional Aktivis (PENA) 98 akan menggelar pertemuan akbar di Bali. Pertemuan ini juga akan menjadi ajang untuk menagih janji presiden terpilih Joko Widodo alias Jokowi pada masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu.

Koordinator PENA 98 Provinsi Bali, Oktav NS menyatakan pertemuan yang akan dihadiri presiden terpilih Joko Widodo alias Jokowi itu akan dihadiri 500 aktivis 98 dari seluruh Indonesia. Pertemuan itu, kata Oktav, juga digelar untuk mengkonsolidasikan aktivis 98 yang selama ini tercerai berai.

“Tujuannya membangun kekuatan untuk mengontrol kepemimpinan Jokowi. Ini harus dikawal, harus dipastikan kekuasaan nanti tidak menegasikan, menihilkan peran rakyat,” ujar Oktav di Denpasar, Senin (22/9/2014).

Bagi Oktav, janji-janji yang disampaikan Jokowi pada masa kampanye pilpres lalu sangat besar. Kini, setelah ia terpilih sebagai presiden periode 2014-2019, mau tidak mau semua pihak wajib mengakui dan mengawal agenda politik pemerintahan lima tahun ke depan.

“Begitu dahsyat janji-janji yang disampaikan. Sekarang terpilih, kami ingin mengingatkan dan mengawal itu agar jangan hanya sekedar janji saja,” tegas Oktav.

Dalam forum yang digelar mulai 26-29 September 2014 mendatang itu, aktivis 98 akan menentukan pola gerak mereka dalam mengawal pemerintahan Jokowi. “Kita akan tentukan polanya, seperti apa kita akan mengawal. Ini kesempatan rakyat untuk menjaga gerbong demokrasi,” ungkapnya.

Sebagai kelompok yang berperan mencetuskan reformasi, Oktav mengaku ia dan rekan-rekannya sadar betul memiliki kekuatan besar. Kekuatan besar itu, kata Oktav, sangat cukup untuk menaikkan posisi tawar para aktivis 98.

“Ini yang akan kita maksimalkan. Kita tidak memungkiri ini bagian bargaining politics aktivis 98 untuk mengawal cita-cita demokrasi, tidak lagi memberikan cek kosong,” tutur Oktav.

Oktav menegaskan jika aktivis 98 ingin memastikan kepercayaan rakyat yang diberikan kepada Jokowi harus searah dengan kehendak rakyat. Namun, untuk mengawal pemerintahan Jokowi, Oktav memastikan jika aktivis 98 tidak menginginkan berada di dalam pemerintahan. Baginya, keputusan politik yang akan diambil Jokowi dan itu berimbas terhadap seluruh rakyat Indonesia.

“Partisipasi dan kontribusi aktif rakyat, itu yang kita lakukan. Kemampuan, daya tawar untuk bisa menekan kekuasaan agar sesuai cita-cita demokrasi itu yang kita kedepankan. Jokowi harus harus tahu partisipasi dan kontribusi aktif rakyat telah terbangun. Kekuatan rakyat itu adalah bagian dari kekuatan perubahan,” pungkas Oktav.  (ton/inilah/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (kompasiana.com)

Hati-Hati Sumpah Jabatan