Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Janganlah Mengasihani Diri Sendiri

Janganlah Mengasihani Diri Sendiri

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (hdipadwallpaper.com)
Ilustrasi (hdipadwallpaper.com)

dakwatuna.com Dalam setiap babak kehidupan, kita seolah ditantang untuk selalu menjadi kuat dan tahan banting dengan adanya masalah. Sejatinya masalah yang manusia hadapi itu adalah sebuah ujian. Ujian yang menuntut kita naik kelas. Ujian yang menuntut kita lolos dari masalah ini. Sebagai contoh, anak-anak yang belum bisa membaca di kelas 2 akan sulit dinaikkan ke kelas 3. Karena pelajaran di tingkat selanjutnya akan banyak menuntut kemampuan membaca. Itu contoh sederhananya. Maka, kita yang sedang mungkin diuji ini pun, sebaiknya introspeksi diri. Bisa jadi, kita sedang diuji agar naik kelas. Agar kita menjadi pribadi yang lebih baik. Jika ujian yang kita terima pun masih pada hal yang itu-itu saja, mungkin karena kita belum lolos dan kita belum betul-betul mampu menghadapinya.

Tidak jarang kita menemukan orang yang patah semangat saat diuji. Ia berputus asa dan menjadi tidak banyak berbuat. Mungkin ia sedang rehat. Rehat sejenak untuk memulihkan kondisi dan staminanya kembali. Hal tersebut masih wajar karena pada umumnya pun tubuh kita butuh istirahat setelah beraktivitas. Sebagaimana jiwa kita pun butuh istirahat apalagi ketika menemui ujian. Namun, hati-hati. Janganlah terlalu lama. Jangan sampai kita terjebak dalam keputusasaan dan keterpurukan yang menyiksa.

Mulailah kembali. Mulailah bersiap dan kembali sigap menghadapi ujian yang ditemui. Tak perlu banyak mengasihani diri sendiri. Tak perlu membuat alasan-alasan yang seolah “memaklumi” diri sendiri. Andai saja kita menyadari bahwa tempat istirahat yang sesungguhnya adalah surga Allah maka apa lagi alasan yang membuat kita berlama-lama menikmati istirahat di dunia yang fana ini? Masalah yang kita hadapi mestinya tidak akan menjadi persoalan. Terlalu sayang jika ujian yang diberikan itu malah menghambat perjalanan hidup kita. Terlalu sayang jika cobaan yang seyogyanya menguatkan justru menghasilkan kelalaian yang membahayakan.

Semoga kita senantiasa percaya bahwa Allah tak pernah menguji seorang hamba melebihi kemampuan hamba-Nya. Semoga kita bertekad kuat untuk selalu lolos dari ujian yang Allah berikan. Teruslah berjuang. Buang jauh-jauh pikiran untuk mengasihani diri sendiri!

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi Psikologi UI 2010, suka dengan topik perempuan. Hobi diskusi dan jalan-jalan.

Lihat Juga

Korban Jiwa Bom Bunuh Diri di Turki Meningkat 95 Orang