Home / Berita / Nasional / Anggota Dewan Desak Pemerintah Serius Realisasikan Pemasangan Konverter Kit Pada Angkutan Umum

Anggota Dewan Desak Pemerintah Serius Realisasikan Pemasangan Konverter Kit Pada Angkutan Umum

Konverter Kit pada kendaraan umum.  (liputan6.com)
Konverter Kit pada kendaraan umum. (liputan6.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Anggota DPR RI, Habib Nabiel Almusawa meminta Pemerintah serius dalam merealisasikan  pemasangan 4000 konverter kit pada angkutan umum pada tahun ini.  Ia mengingatkan, jika tidak serius maka program di tahun 2014 akan gagal seperti tahun 2012 dan 2013.

“Jika tahun ini gagal maka selama tiga tahun ini kita gagal melakukan konversi BBM ke BBG untuk angkutan umum. Keterlaluan, waktu tiga tahun tidak cukup untuk mengatasi permasalahan yang ada,” kata Habib dalam rillisnya yang diterima redaksi.

Awal Maret lalu, Kementerian Perindusterian (Kemperin) mengungkapkan rencana memasang 4.000-4.600 unit konverter kit tahun ini. Alat ini akan dipasang pada angkutan umum di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang dengan alokasi anggaran sekitar Rp 200 miliar. Program ini sudah direncanakan dan dianggarkan pada tahun 2012 dan 2013. Namun, pelaksanaannya terus ditunda karena berbagai kendala, terutama kurangnya fasilitas pengisian stasiun bahan bakar gas (SPBG).

Kendala lain karena program ini menyangkut dua kementerian, yakni Kemenperin dan Kementerian ESDM. Baru pada 2014, Kemenperin ditetapkan sebagai lembaga yang mengeksekusi program ini. Menurut Habib, kendala kurangnya SPBG mestinya tidak menjadi alasan untuk merealisasikan program ini.  ”SPBG yang ada saja dioptimalkan. Jadi untuk menjalankan program konversi ini jangan menunggu sampai jumlah SPBG nya banyak dulu.  Jika demikian, mau kapan program ini akan direalisasikan ? Membangun SPBG itu tidak murah,” ujar Habib.

Dengan terealisasinya program ini, akan sangat membantu meningkatkan penghasilan para sopir angkutan umum yang notabene adalah masyarakat kecil.  ”Kalau beli bensin, para sopir angkutan umum ini bayar Rp. 6500.  Tapi kalau beli BBG, mereka cuma bayar Rp. 3100.  Kan selisihnya bisa buat tambahan penghasilan mereka,” pungkas Habib. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.