Home / Berita / Daerah / YMN Resmikan Masjid Raudhatul Jannah, Cibiru

YMN Resmikan Masjid Raudhatul Jannah, Cibiru

Camat Cibiru, Tatang Muchtar saat memberikan sambutan pada acara  peresmikan Masjid Raudhatul Jannah (Taman Surga) di Kp. Pasirbiru, RT 03/RW 08, Kec. Cibiru, Bandung.  (Asih/ymn)
Camat Cibiru, Tatang Muchtar saat memberikan sambutan pada acara peresmikan Masjid Raudhatul Jannah (Taman Surga) di Kp. Pasirbiru, RT 03/RW 08, Kec. Cibiru, Bandung. (Asih/ymn)

dakwatuna.com – Bandung. YMN dan Kepala Camat Cibiru, Tatang Muchtar meresmikan Masjid Raudhatul Jannah (Taman Surga) di Kp. Pasirbiru, RT 03/RW 08, Kec. Cibiru, Bandung. Peresmian dimeriahkan oleh kasidah ibu-ibu warga setempat. Dilakukan juga pengobatan gratis untuk 200 orang, pembagian 200 kornet, dan 200 sembako untuk warga sekitar masjid.

Muhammad Sobirin, Direktur YMN menjelaskan, awalnya tidak ada masjid di daerah ini, sehingga warga kesulitan untuk shalat berjamaah. “Tadinya untuk shalat berjamaah di masjid, warga harus menempuh jarak yang jauh. Kini dengan adanya Masjid Raudhatul Jannah, warga dapat melakukan beragam aktivitas yang terpusat di masjid,” tuturnya, Jumat (19/09).

YMN membangun sinergi bersama para donatur untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan masjid. Sinergi dibangun melalui program bangun dan renovasi masjid. Sampai tahun 2014, YMN telah membangun 23 masjid dan merenovasi 148 masjid di berbagai daerah di nusantara. Untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan renovasi masjid, donatur cukup berdonasi Rp 232.000,00.

Berkat dukungan para donatur dan warga, YMN dapat terus bergerak untuk menjadi role model pembangunan masjid di Nusantara. “Kami berupaya untuk menjadi inspirator masjid yang kokoh, nyaman dan makmur, sehingga semakin banyak lagi individu dan instansi yang tergerak untuk membangun atau merenovasi masjid,” ujar Sobirin.

Masjid bukan sekedar simbol umat muslim. Lebih dari itu, masjid merupakan pusat peradaban. Beragam aktivitas, mulai dari yang berbau keagamaan hingga sosial layaknya dapat dilakukan di masjid. Masjid yang kokoh, nyaman dan makmur dapat menjadi “tempat pulang” para umat muslim.

Memperbanyak jumlah dan aktivitas di masjid pun salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan diri dari gempuran pelencengan akidah. Dari tahun ke tahun jumlah umat Islam semakin berkurang. Tahun 80-an, 90% penduduk Indonesia beragama Islam. Tahun 2000 menurun ke angka 88,2% dan di tahun 2010, penduduk muslim Indonesia hanya 85,1%. “Faktor utama dari penurunan ini adalah pemurtadan. Oleh sebab itu, aktivitas yang berkaitan dengan penguatan akidah harus disebarkan luas dan ditingkatkan intensitasnya. Aktivitas-aktivitas tersebut diharapkan dapat dilakukan di masjid, agar umat muslim memiliki keterikatan hati dengan rumah Allah,” terang Sobirin.  (Asih/ymn/sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Kelu Lidah di Lelantai Haramain