Home / Narasi Islam / Sosial / Manfaat Menjadi Orang Baik

Manfaat Menjadi Orang Baik

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: footage.shutterstock.com)
Ilustrasi. (Foto: footage.shutterstock.com)

dakwatuna.com Kita tentu sering mendengar sebuah ungkapan bijak “Menjadi orang penting itu baik tetapi menjadi orang baik jauh lebih penting”, orang yang kita anggap baik belum tentu baik di hadapan orang lain, begitu sebaliknya orang yang kita anggap kurang baik bisa jadi baik di hadapan orang lain. Karena mustahil kita bisa memuaskan dan menyenangkan semua orang untuk suka terhadap kita, kalaupun kita memaksakan semua orang senang terhadap kita niscaya kita akan letih dan keletihan ini akan menjadikan kita manusia yang tidak waras. Berhentilah dari pekerjaan yang sulit ini yaitu berusaha untuk menyenangkan semua orang.

Nabi Muhammad saja sebagai manusia yang paling baik di dunia, jika ada padanan kata yang lebih baik dari kata santun maka itulah nabi kita. Tapi apa yang terjadi, ada saja yang mengatakan kepadanya sebagai pendusta, tukang sihir, penyair yang gila, orang yang keluar dari ajaran nenek moyang bahkan beliau terusir dari kampung halamannya dan mendapat ancaman pembunuhan dari kaumnya yang durhaka.

Bukan hanya para nabi yang mendapat cibiran dan caci maki dari orang yang berada di sekitarnya, tapi Allah Ta’ala pun tak luput dari omongan makhluknya, orang-orang yahudi berkata kepada Allah Ta’ala bahwa Allah itu fakir dan kami lah yang kaya, bahkan mengatakan bahwa tangan Allah terbelenggu.

Lalu bagaimana dengan kita sebagai manusia biasa, apakah kita ingin terbebas dari omongan orang lain, sungguh ini adalah suatu ketidakwajaran, karena bertentangan dengan fitrah. Dalam sebuah ungkapan “ jika di dalam kehidupan anda tiada orang yang mendengki anda, maka ketahuilah sesungguhnya anda adalah orang yang gagal”.

Oleh karenanya tetaplah berbuat baik di manapun kita berada tanpa menghiraukan omongan orang lain terhadap kita, jadikanlah interaksi kita terhadap oang lain seolah-olah kita sedang berinteraksi dengan Tuhan sehingga apapun komentar dari manusia bisa kita hiraukan.

Dalam kehidupan sehari-hari kadang kita sering mendapati ada saja hal-hal yang mengganggu yaitu keadaan yang sering terjadi ketika kita membaur dengan masyarakat luas dan saling bergesekkan satu sama lainnya.

Seorang muslim yang baik tentu akan berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu, apakah perbuatannya bisa merugikan diri sendiri terlebih orang lain. Beberapa contoh kebaikan dalam ajaran Islam yang lain, di antaranya:

  • Tidak merokok di sembarang tempat (ruang publik atau tempat umum) termasuk merokok di depan anak-anak dan akan lebih bagus lagi jika berhenti merokok bagi perokok aktif.
  • Membiasakan budaya antri dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengantri ketika ada urusan birokrasi di pemerintahan hingga mengantri ketika hendak mengambil uang di ATM.
  • Tidak menyetel televisi, musik, radio dan sejenisnya dengan suara yang begitu keras, saking kerasnya suaranya bisa terdengar hingga ratusan meter dari rumahnya.
  • Tidak kebut-kebutan apalagi ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraan, tidak mempermainkan gas motor atau mobil di jalanan dan juga tidak membunyikan klakson terlalu sering kecuali pada hal-hal yang mendesak dan penting.
  • Tidak pula membuang sampah di sembarang tempat termasuk tidak membuangnya ke aliran sungai karena itu akan menyebabkan kerusakan lingkungan, menjadi sumber penyakit dan bencana banjir.
  • Tidak pula meluapkan emosi/kekesalan atau mengumbar aib seseorang di ruang publik seperti media sosial facebook, twitter, path dan sejenisnya.

Begitu mulianya Allah Ta’ala memuliakan kehidupan seorang muslim dan manusia pada umumnya, seyogyanya seorang muslim memperhatikan hak-hak tetangganya di dalam kehidupan bermasyarakat, Islam mengatur secara detil bagaimana seorang muslim bersikap dan berbuat. Jangan sampai sepak terjang kita mengganggu kehidupan banyak orang apalagi sampai membuat orang lain merasa resah karena kehadiran kita, merasa terganggu karena ulah kita, merasa tidak nyaman karena sikap kita dan merasa terancam karena gangguan kita. Bahkan orang yang senantiasa memberikan keresahan sehingga selalu membuat tetangganya tidak pernah merasa nyaman dan aman, sejatinya mereka akan terhalang untuk masuk ke dalam surga sesuai dengan hadist nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Tidak akan masuk surga, orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menjadi orang baik memiliki banyak keutamaan baik di dunia maupun di akhirat, Allah Ta’ala berfirman di dalam surat Adz Adzariyaat: 15-16.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Manfaat yang didapat para pejuang kebaikan bukan saja mendapatkan jaminan surga, melainkan ada manfaat lain yang bisa dirasakan oleh mereka. Di antara manfaat yang akan didapat adalah kebaikan yang begitu besar yaitu mendapat rahmat dari Allah Ta’ala.

Bagi Allah Ta’ala mudah saja untuk memberikan rahmat-Nya kepada siapa saja yang di kehendaki-Nya, khususnya untuk mereka para pejuang kebaikan, ini semua karena rahmat-Nya begitu luas untuk hamba-hamba-Nya yang gemar dengan kebaikan dan perubahan ke arah yang lebih bermakna sesuai dengan isarat dari kandungan Al-Quran yang Allah Ta’ala abadikan di dalam beberapa ayat.

  1. Dekat dengan rahmatNya

’’Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik’’. (QS. Al A’raaf: 56)

  1. Mendapat perhatian khusus dari Allah ta’ala

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan..” (QS. Huud: 115).

’’Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” (QS. Yusuf: 90).

“Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal shalih, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.” (QS. Al Kahfi: 30).

  1. Allah Ta’ala akan membersamai mereka

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An-Nahl: 128).

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Ankabuut: 69).

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hadiid: 4)

  1. Senantiasa mendapat pertolongan Allah Ta’ala

Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang Rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS. Ar Ruum: 47)

“dan Sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) Sesungguhnya mereka Itulah yang pasti mendapat pertolongan. dan Sesungguhnya tentara Kami Itulah yang pasti menang…” (QS. Ash Shaaffat: 171-173)

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc. MA.
Dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (UNISBA) & PIMRED di www.infoisco.com (kajian dunia Islam progresif)

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Pilihan Terbaik-Nya