Home / Berita / Nasional / Kemenag Mohon Maaf Atas Beredarnya Buku yang Sebut Makam Wali Berhala

Kemenag Mohon Maaf Atas Beredarnya Buku yang Sebut Makam Wali Berhala

Buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII Madrasah Tsanawiyah yang bermasalah. (satuislam.org)
Buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII Madrasah Tsanawiyah yang bermasalah. (satuislam.org)

dakwatuna.com – Jakarta. Kementerian Agama meminta maaf atas beredarnya buku pelajaran yang dinilai berbau SARA (suku, agama, dan ras) karena menyebut makam wali sebagai contoh berhala. Peredaran buku bakal dihentikan.

“Ini murni faktor human error dari tim reader kami, karenanya  kami minta maaf,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof Nur Syam saat dihubungi melalui telepon pada Rabu (17/9).

Nur Syam yang juga merangkap jabatan sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Islam ini  mengungkapkan maafnya kepada semua masyarakat Indonesia. Baik yang secara langsung maupun tidak langsung merasa terlukai dengan keberadaan buku tersebut.

Ia juga menegaskan, Kemenag sama sekali tidak ada keinginan untuk melakukan penghinaan maupun pelecehan terhadap kelompok Islam tertentu.

Kemenag sepakat, bahwa di dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII Madrasah Tsanawiyah, terdapat paragraf dari suatu halaman yang menyinggung SARA. Ia pun mengakui timnya tidak teliti membaca buku tersebut sebelum dicetak.

“Karena kita bersama tim reader harus merumuskan sekian banyak buku dan ternyata masih ada paragraf di luar kontrol dan kita,” ujarnya.

Ia pun meminta kearifan dan kebijakan dari semua pihak untuk memaklumi kesalahan tersebut. Selain itu,  ia pun berharap masyarakat terus memantau dan memberi masukan demi kesempurnaan buku pelajaran yang diterbitkan Kemenag.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak Kementerian Agama (Kemenag) mencabut peredaran buku mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Kurikulum 2013 yang disusun dan diterbitkan oleh Kemenag.  (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • syahruddin

    Biar bukan makam, akan tetapi jika prilakunya seprti penyemabh berhala, berarti mereka yang melakukan itu, baik di makam atau bukan tetap adalah MEMBERHALAKAN atau berbuat syirik, ini yang harus diwaspadai, Allahu ‘alam

Lihat Juga

Ilustrasi. (topyaps.com)

Kritik Kajian Sejarah Faraq Fouda Dalam Buku Al-Haqaiq Al-Ghaibah (Bag ke-2): Seputar Khilafah Utsman Bin Affan