Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Memaknai Arti Cinta

Memaknai Arti Cinta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com Cinta adalah sebuah rangkaian kata yang menarik dan menjadi sebuah tema yang sering diperbincangkan bahkan topiknya tidak pernah habis untuk dibahas dari zaman ke zaman. Cinta menawarkan keindahan dan kekuatan bagi mereka yang hidup dengan cinta apalagi cinta yang didasari karena Allah semata.

Cinta adalah anugerah terindah dari Allah Ta’ala yang bisa mengantarkan manusia kepada kebahagiaan, cinta mempunyai banyak definisi tentangnya dan saling berbeda tapi yang bisa disepakati adalah cinta mendorong siapa saja untuk melakukan hal-hal positif, karya-karya besar dan menjadikan hidup lebih bergairah.

Cinta bahkan bisa menghilangkan rasa sakit, mendorong untuk segera sembuh, cinta juga bisa menggeser segala jenis rintangan, halangan, gesekan, ujian, cobaan, kesedihan, kegalauan dan kesulitan.

Cinta bukanlah pemaksaan kehendak dan bukan juga cinta siapa yang memaksakan kehendak, melainkan cinta adalah sebuah dialog[[1]] antara dua insan yang harus diperjuangkan dengan rahmat dan ridha dari sang pemilik cinta yaitu Allah Ta’ala.

Cinta itu bermacam-macam:

  • Cinta kepada Allah Ta’ala dan rasul-Nya
  • Cinta kepada agama,
  • Cinta kepada negara,
  • Cinta kepada manusia,
  • Cinta kepada materi,
  • Cinta kepada alam dan lingkungan,
  • Cinta kepada binatang
  • Cinta kepada hobi dan banyak lagi,

Bukti kalau kita ini cinta kepada Allah Ta’ala adalah:

  1. Patuh dan taat pada perintah-Nya
  2. Serta menjauhi larangan-Nya.

Cinta berawal dari pengenalan atau dalam bahasa arab disebut dengan ta’aruf, setelah itu timbul rasa, lalu tanggung jawab dan yang terakhir adalah kesetiaan, bukan cinta namanya bagi yang tidak mengenal dan juga yang tidak setia kepada pasangan hidupnya.

Cinta atau “Mawaddah” adalah mengosongkan hati dari segala kekurangan terhadap pasangannya, saling mengerti dan melengkapi, karena jika cinta, segala kekurangan yang ada pada kekasihnya itu terlihat normatif.

Sehingga betapapun  buruk yang dicintainya tetap akan menjadi terlihat baik karena cinta dan itulah arti sejati dari “Mawaddah”. (Khusus yang sudah menikah). Pada suatu hari ada seorang bijak ditanya: Sesuatu apakah yang terindah yang pernah kau rasakan?

Orang Bijak pun menjawab:

‘’Yang paling indah kurasakan dalam hidupku adalah ketika aku menemukan seseorang yang tahu semua aib dan segala kekuranganku namun dia tetap mencintaiku’’.

Dalam sebuah ungkapan bijak:

‘’Kita mampu untuk bertengkar dengan orang yang kita cintai, namun kita tak mampu untuk melihatnya menderita… !!’

Oleh karenanya bagi para penjalin cinta kasih (Suami-Istri) hendaknya memahami makna cinta dan memperjuangkannya, jagalah cintanya agar tetap utuh dan bersemi menghiasi isi hati dengan cara menjadi generasi emas yang memiliki akhlak mulia dan terus bersabar akan jaminan dari Allah berupa kehidupan yang layak di dunia seperti yang tersirat pada surat An Nahl ayat 97.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[[2]] dan Sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.

 

[1]. Uraian arti cinta dari Prof. Dr Quraish Syihab.

[2]. Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc. MA.
Dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (UNISBA) & PIMRED di www.infoisco.com (kajian dunia Islam progresif)

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang