Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Pesona Baitullah

Pesona Baitullah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Baitullah di Makkah (inet)
Baitullah di Makkah (inet)

dakwatuna.com Labbaik Allahumma labbaik Labbaika laa syariika laka labbaik, Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk Laa syariika lak.

Hari ini hampir 3 juta orang dari seluruh penjuru dunia menjadi tamu Allah, mereka akan menjalani serentetan ibadah haji memenuhi panggilan Ilahi. Setiap orang yang beriman pasti memiliki keinginan untuk menunaikan rukun Islam yang ke-5 ini, bahkan orang yang sudah berkali-kali umrah atau ibadah haji pun masih ingin dan rindu kembali ke sana.

Subhanallah, Baitullah memang istimewa, Baitullah memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki oleh tempat tempat lain di dunia ini bahkan pesonanya mengalihkan keindahan tempat tempat lain yang tercatat sebagai keajaiban dunia. Di balik pesonanya, ada ALLAH yang telah menjadikan “Al Bayt”, Baitullah, Ka’bah sebagai tempat yang diberkahi, tempat berkumpul yang aman lagi menyejukkan. Allah Swt berfirman, “Dan ingatlah, ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia” (QS. 2: 125). Siapa yang berkesempatan untuk melaksanakannya, maka pergunakanlah kesempatan ini untuk memperbanyak ibadah dan beramal shalih. “… Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat, Dan telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang orang thawaf, i’tikaf, ruku’ dan sujud!”. (QS. 2: 125)

Saudaraku, kita pun dapat mengambil pelajaran bahwa tiada tempat yang lebih aman, tiada tempat yang lebih menyenangkan, tiada tempat yang paling asyik untuk berkumpul selain dari tempat tempat yang di dalamnya disebut nama ALLAH, rukuk dan sujud bersama, ada nuansa keberjamaahan di dalamnya, setiap orang yang menempatinya merendahkan dirinya di hadapan kebesaran ALLAH Yang Maha Kuasa, mengangkatkan kedua tangan kecilnya bermunajat kepada ALLAH Rabbul Izzati seraya membersihkan dirinya baik lahir maupun batin. Inilah kunci sukses yang pertama dalam membangun “Rumah” sebagai tempat yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarganya yaitu rumah dijadikan sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah Swt.

Kunci sukses yang kedua sebagai upaya membangun rumah sebagai basis peradaban adalah menyertakan keluarga dalam doa-doa yang kita panjatkan. Teladan ummat Nabi Ibrahim AS telah memberikan contoh dalam doanya selalu menyertakan keluarga di dalamnya.

Ada 6 permohonan Nabi Ibrahim sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 126-128:

  1. Beliau AS memohon kepada Allah untuk menjadikan rumahnya sebagai rumah yang menyenangkan, rumah tempat berkumpul anggota keluarga, mereka merasa aman dan betah tinggal di dalamnya. “Ya Allah Ya Rabb jadikanlah (negeri Mekkah) ini negeri yang aman.”
  2. Beliau AS memohon kepada Allah rezeki berupa buah-buahan, sejahtera lahir batin, terpenuhi dan tercukupi kebutuhan hidup. “… dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya…”
  3. Beliau AS memohon kepada Allah agar setiap amal shalihnya dan amal shalih anaknya (Ismail) diterima. “Ya Rabb, terimalah (amal) dari kami..”
  4. Beliau AS memohon kepada Allah agar menjadikan dirinya dan seluruh anggota keluarganya bahkan anak cucu keturunannya sebagai hamba-hamba-Nya yang berserah diri, kuat aqidahnya, yang kenal siapa Tuhannya.. “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu keturunan kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu.”
  5. Beliau AS memohon petunjuk kepada Allah agar ditunjukkan cara-cara beribadah yang benar. “… dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami.”
  6. Beliau AS memohon kepada Allah agar diterima taubatnya. “… dan terimalah taubat kami…”

Semoga Allah Swt memberikan kemudahan kepada kita untuk dapat membangun “rumah” sebagai basis peradaban yang aman, menyenangkan dan menentramkan hati sehingga akan hadir peradaban mulia, negeri yang barokah, baldatun thoyyibatun wa Rabbun Ghafur…

Wallahu’alam bish Shawab.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Arif Apriansyah
Tinggal di Cibogor Bogor Tengah. Latar belakang pendidikan S1 Syariah UIKA Bogor. Saat ini merupakan seorang Motivator pada ABCo Training Center.