Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Berlarilah Rasyid, Gapailah Surga yang Allah Janjikan

Berlarilah Rasyid, Gapailah Surga yang Allah Janjikan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (boston.com)
Ilustrasi (boston.com)

dakwatuna.comRasyid mungkin bukan siapa-siapa bagi anda. Dia seorang anak tetangga yang beberapa hari ini sedang bergembira karena kelahiran adik keduanya. Barakallah.

Subuh itu…

Imam hampir menyelesaikan surat yang dibacanya di rakaat kedua shalat Subuh, ketenangan shalatku di masjid depan rumah terusik dengan bunyi suara langkah kaki orang yang sedang berlari.. Ya, orang yang berlari dengan tergesa-gesa menuju masjid.

Sesosok tubuh kecil kemudian bergegas berdiri di sampingku dengan napas memburu, oh dia tak ingin tertinggal ruku rupanya. (aku tak sedang berbicara fikih mana yang dipakainya).

Selesai shalat ku tengok sosok di sampingku, ternyata dialah Rasyid! Anak kecil yang bergegas shalat Subuh berjamaah tadi.

Aku merenung, betapa bersemangatnya anak ini mengejar janji Allah dan Rasulnya…

Aku tidak yakin anak ini telah membaca begitu banyak literatur keutamaan shalat Subuh sepertiku. Aku melihat seperti itulah seharusnya seorang mukmin keberkahan yang Allah janjikan..

اللهمَّ باركْ لأمتي في بكورِها

Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah)

Aku tak yakin Rasyid memahami benar bunyi hadis ini..

عن بريدة الأسلمي رضي الله عنه عن النبي – صلى الله عليه وسلم قال :بشِّرِ المشَّائين في الظُّلَم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة

Dari Buraidah al-Aslami radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Atau hadis ini…

مَن صلى العشاء في جماعة، فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح في جماعة، فكأنما صلَّى الليلَ كلَّه

“Barang siapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan shalat malam sepanjang waktu malam itu.”(HR. Muslim, dari Utsman bin Affan Radhiallahu ‘anhu)

Aku pun tak yakin dia berlari karena akan dapat jaminan Allah sebagaimana hadis ini…

مَن صلَّى الصبح، فهو في ذمة الله، فلا يَطلُبَنَّكم الله من ذمَّته بشيء؛ فإن من يطلُبهُ من ذمته بشيء يدركه، ثم يَكُبه على وجهه في نار جهنم

“Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sesuatu apa pun pada jaminan-Nya. Karena barangsiapa yang Dia tuntut pada jaminan-Nya, pasti Dia akan mendapatkannya. Kemudian dia akan ditelungkupkan pada wajahnya di dalam Neraka.” (HR. Muslim, dari Jundubibn Abdillah al-Bajali Radhiallahu ‘anhu)

Tapi aku yakin ia tumbuh besar dalam perlindungan Allah dari kemunafikan…

Karena shalat Subuh secara berjamaah adalah obat mujarab bagi penyakit berbahaya tersebut..

ليس صلاة أثقل على المنافقين من الفجر والعشاء، ولو يعلمون ما فيهما، لأتَوهما ولو حبوًا، ولقد هممتُ أن آمُرَ المؤذِّن فيُقيم، ثم آخُذَ شُعلاً من النار، فأحرِّقَ على من لا يخرج إلى الصلاة بعد

“Tidak ada Shalat yang lebih berat (dilaksanakan) bagi orang munafik daripada shalat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak. Sungguh aku telah hendak memerintahkan kepada petugas adzan untuk iqamat (Shalat) kemudian aku mengambil bara api dan membakar (rumah) orang yang belum tidak keluar melaksanakan Shalat (di masjid).” (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah)

Rasyid sedang menuju kebaikan dengan berlari. Karena ada kebaikan! Dan itulah alasan dia berlari terengah-engah mengejar kebaikan dalam shalat Shubuh berjamaah di masjid.

Adapun aku? Aku hanya seorang hamba yang perlu belajar banyak pada Rasyid, tentang pentingnya menegakkan shalat. Karena aku sudah kadung tahu, banyak kebaikan di dalamnya.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 9,94 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lahir di Sukabumi, Menyukai membaca, menulis dan bercerita. Mengajar sebagai guru di Sekolah Penghafal Al-Quran di Lebak Bulus.

Lihat Juga

ilustrasi (inet)

Upaya Untuk Khusuk Dalam Shalat