Home / Berita / Daerah / BASEFOR STEI SEBI Rayakan Hari Radio Nasional

BASEFOR STEI SEBI Rayakan Hari Radio Nasional

Kunjungan BASEFOR (Banten Sharia Economics Forum) STEI SEBI ke Radio Cempaka Suara (RCS), Rempoa – Tangerang Selatan. (khafa/basefor/steisebi)
Kunjungan BASEFOR (Banten Sharia Economics Forum) STEI SEBI ke Radio Cempaka Suara (RCS), Rempoa – Tangerang Selatan. (khafa/basefor/steisebi)

dakwatuna.com – Tangerang Selatan. Di Indonesia, tanggal 11 September dinobatkan sebagai Hari Radio Nasional. Pada kesempatan kali ini, BASEFOR (Banten Sharia Economics Forum) STEI SEBI mengadakan kunjungan ke Radio Cempaka Suara (RCS), Rempoa – Tangerang Selatan. Selain untuk memperingati Hari Radio Nasional, kunjungan ini diharapkan dapat memaksimalkan peran radio untuk turut serta mensosialisasikan ekonomi syari’ah di Indonesia, khususnya di wilayah Tangerang Selatan.

BASEFOR merupakan wadah silaturahim dan aktualisasi mahasiswa ekonomi syari’ah  STEI SEBI untuk mencapai tujuan bersama dengan visi menjadi pelopor kebangkitan masyarakat provinsi Banten dengan bingkai ekonomi syariah. Dan Radio Cempaka Suara (RCS) diyakini dapat membantu merealisasikan visi tersebut. Tepat pukul 10:30 WIB, wawancara dengan H. Nachruddin selaku Penanggung Jawab RCS dimulai.

“Radio Cempaka Suara memiliki diferensiasi dengan radio swasta pada umumnya. Kalau hanya sekedar mendirikan radio untuk hiburan, itu hal yang sudah biasa. Tapi lebih dari sekedar musik. Kami memiliki slogan “Sarana Hiburan, Musik, Informasi, dan Da’wah”. Artinya, kami berusaha mengajak lapisan masyarakat pendengar RCS untuk menyeimbangkan urusan dunia dengan urusan akhiratnya.” Kata Penanggung Jawab radio yang telah mengudara selama 10 tahun ini.

Mengenai fokus ke bidang da’wah, beliau menuturkan pendapatnya tentang ekonomi syari’ah. Menurutnya, ekonomi syari’ah di Indonesia mulai berkembang cukup baik. Hal tersebut dibuktikan dengan munculnya perbankan konvensional yang membuka Unit Usaha Syari’ah (UUS) dan juga mengkonversi dirinya menjadi Bank Umum Syari’ah (BUS). Hal ini tentu sangat baik dan harus ditingkatkan terus. Beliau mengibaratkan ekonomi syari’ah sebagai sebuah pohon dan lapisan masyarakat sebagai airnya. Sebuah pohon akan mati jika kekurangan atau bahkan tidak diberikan air. Artinya, ekonomi syari’ah harus terus digandrungi masyarakat agar semakin tumbuh lebih besar dari saat ini.”

Setelah kurang lebih dua jam wawancara, BASEFOR melihat-lihat ruang siaran RCS. Tak lama setelah itu, BASEFOR mengundurkan diri. Semoga kunjungan ini menjadi salah satu upaya untuk lebih giat mensosialisasikan ekonomi syari’ah di lingkup media informasi, terutama media radio. (khafa/basefor/steisebi/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Seminar Ekonomi Syariah di Aula Museum Bank Mandiri, Jakarta , Sabtu, (06/02/2016). (fathiarahma/SEBI)

Seminar Ekonomi Syariah: Optimis Ekonomi Syariah Berjaya Kembali