Home / Konsultasi / Konsultasi Arsitektur / Benarkah Rumah Tusuk Sate Membawa Sial?

Benarkah Rumah Tusuk Sate Membawa Sial?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

RUMAH TUSUK SATEdakwatuna.com – 

 

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum wrwb

Ust Andan Nadriasta, ST di  dakwatuna, nama saya Dicky Chandra. Saat ini saya masih menuntut ilmu di Ma’had Utsman bin Affan Cipayung – Jakarta Timur.

Saya ingin bertanya tentang rumah tusuk sate. Katanya rumah tusuk sate itu membawa sial ? Hingga sering kali rumah seperti itu susah dijual nya. Apakah benar demikian menurut Ust Andan yang juga berprofesi sebagai arsitek ?

Ada juga yang  berkata rumah harus disesuaikan dengan feng shui nya. Mohon pencerahan dari Ust. Andan.

Terima kasih atas tanggapannya.

Wassalaamu’alaikum wrwb

Dicky Chandra – Bekasi

 

Jawaban:

Wa’alaikum salam wrwb

Mas Dicky Chandra yang saya hormati, terima kasih atas akses nya ke dakwatuna. Semoga Allah memberi karunia kesabaran dan keuletan kepada Mas Dicky, hingga studi di Ma’had Utsman bin Affan bisa diselesaikan dengan baik dan lancar.

Mas Dicky dan segenap netters dakwatuna, fengshui yang saya ketahui adalah ilmu menilai bangunan sesuai dengan iklim dan keadaan lingkungan. Dalam istilah saya saat dulu kuliah di Universitas Pancasila, analisa data. Dari analisa tersebut menghasilkan sintesa atau kesimpulan yang menyatakan tentang hasil survey tersebut.

Selama ia tidak mengganggu aqidah tak ada masalah. Contoh: rumah yang nomor 13 membawa sial. Rumah dekat kuburan tidak membawa rezki. Rumah di tusuk sate penghuninya akan tidak beruntung. Nah, jika arahnya ke sini Islam tentu melarang. Karena nasib kita ada di tangan Allah. Allahu Shomad. Allah tempat bergantung demikian yang tertera dalam surat al-Ikhlas.

Sebaiknya kita mengarah kepada data-data teknis saja yang tidak mengganggu aqidah.  Seperti rumah tusuk sate harus diamankan dari segi tikungan tempat mobil berlalu lalang dan sorot lampu mobil yang menyilaukan saat  malam hari. Untuk itu arah yang bertepatan dengan tusuk sate nya di-blok saja dengan pagar. Hingga lalu lalang penghuninya aman dari motor dan mobil yang menikung di areal itu.

Bisa juga meletakkan pohon atau kerei bambu pada sisi lahan tikungan tadi. Sebagai `buffer` atau pembatas yang dapat menghambat sorot lampu atau panas matahari. Juga arah pandangan mata yang dapat mengganggu privacy.

Kalaupun rumah tusuk sate atau kuburan itu menurut anggapan orang kurang laku dijual, itu bukan karena nasibnya yang jelek. Menurut saya market nya yang tidak banyak. Sama saja dengan mobil kijang yang banyak laku dijual karena murah meriah serta dianggap sebagai  family car ideal. Sementara sedan BMW jarang pembeli nya karena memang kelas atas dan mahal. Apakah BMW membawa sial dan kijang membawa rezki ? Tentu tidak demikian pola pikirnya.

Netters dakwatuna sekalian, mari kita bersyukur dengan apa yang kita miliki. Jika memang rumah  tusuk sate yang kita punyai , maka mari kita berharap agar ia menjadi berkah. Masih banyak saudara – saudara kita yang tidak memiliki rumah.  Sementara kita sudah memiliki rumah, walaupun tusuk sate. Hingga janganlah  sampai mengharap burung terbang di angkasa,  namun telur di genggaman terlepas. Jangan sampai pula kita menjadi hamba yang kufur.

Rasul saja saat kakinya bengkak-bengkak karena shalat menjawab: `aku ingin menjadi abdan syakuro`. Sebuah jawaban yang membuat Aisyah sang isteri tercinta tak pernah melupakan akhlak Rasullah yang jika ditanya tentang perilaku beliau: `Kaana khuluqul Qur`an`. Subhanallah. Rasul yang sudah dijamin masuk surga saja memiliki akhlaq yang sama dengan Qur’an dan bercita-cita menjadi hamba yang bersyukur. Apalagi kita hamba yang lemah ini.  (andan/sbb/dakwatuna)

 

Andan Nadriasta, ST

Kirimkan email pertanyaan /order desain/pelaksanaan ke : [email protected]

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (30 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Andan Nadriasta, ST
Lulusan Teknik Arsitektur angkatan 90 Univ. Pancasila. Bisa dihubungi di 0817-496-5742. Aktif menulis di media tahun 99. Sebagai pengisi rubrik griya di koran Republika. Sebelumnya sempat aktif di Tabloid Nova. Membantu pembuatan desain rumah tinggal yang di asuh oleh Ir. Nurhadi.Andan Nadriasta diambil dari bahasa sansekerta. Artinya adalah 'tangan yang berkarya'. Doa dari orang tua tersebut mengiringi segenap kegiatan dalam berkarya membuat disain rumah tinggal yang islami. Serta berdakwah di lingkungan sekitar hingga daerah yang dikunjungi.