Home / Berita / Opini / Mereguk Hikmah di Balik ‘Peristiwa’ 11 September

Mereguk Hikmah di Balik ‘Peristiwa’ 11 September

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (sodahead.com)
Ilustrasi. (sodahead.com)

Mukaddimah

dakwatuna.com Siang yang terik tak menghalangi semangat anak-anak TPA untuk berlomba. Mereka antusias mengikuti aneka perlombaan; baik azan, drama Islami, cerdas cermat, atau lainnya. Panitia perlombaan pun tak mau kalah. Salah satu panitia wanita dengan lincah dan cekatan mengumpulkan peserta lomba. Dia mengajak semua anak-anak bergembira. Mereka meneriakkan yel-yel dengan kompak dan penuh semangat. “Islam Bersatu Tak Bisa Dikalahkan,” begitulah bunyi yel tersebut.

Yel itu memang sederhana. Sesederhana pemahaman anak-anak TPA ketika meneriakkannya. Namun memiliki makna yang luar biasa. Sebuah ungkapan bangga terhadap agamanya. Ungkapan yang kadang luput dari keyakinan kita. Ungkapan itu memang kecil tapi ruhnya mampu membangunkan ‘singa-singa’ yang ‘ketakutan’ ataupun dalam ‘keputusasaan’ ketika mendapati fenomena kehidupan.

Allah sendiri telah berjanji kepada rasul-Nya bahwa Dia tidak akan menghancurkan Islam lewat musuh-musuh-Nya. Allah juga berjanji tidak akan menghilangkan Islam lewat bencana atau sejenisnya. Ini adalah janji Allah. Janji yang pasti Dia tepati. Janji yang menunjukkan bahwa Islam kuat, tak bisa dikalahkan. Sebagaimana dua dari tiga permintaan Rasulullah Saw dalam hadis “Saya minta agar umatku tidak ditimpa bencana paceklik dan ini dikabulkan, dan saya meminta agar umatku jangan dikalahkan oleh musuh-musuhnya dan ini dikabulkan, ….” (HR. Ibnu Majah dan Al Hakim)

Hikmah dari ‘Peristiwa’ 11 September

Penulis sengaja menulis tragedi ini karena dampaknya masih terasa walau peristiwa itu terjadi 13 tahun silam. Dampak dari penggunaan istilah ‘terorisme,’ sebuah definisi yang bias. Berapa banyak penguasa zhalim menggunakan istilah ini, demi mengukuhkan kedudukannya. Mereka rela membantai rakyatnya, semisal di Suriah, Irak, dan tahun lalu di Mesir, dengan mengatasnamakan istilah itu.

Kembali ke peristiwa 11 September. Siapa yang tak kenal tragedi 11 September 2001? Tragedi runtuhnya gedung WTC. Ketika pelakunya diduga adalah muslim, walau bukti tak kunjung ada hingga sekarang. Setelah itu beberapa Negara Islam dicurigai sebagai sumber terorisme. Tak ayal lagi Negara Afghanistan dan Irak diperangi. Media Barat secara latah segera mengaitkan peristiwa ini dengan jihad umat Islam. Bush pun juga salah sangka dan teriak “This is new crusade” (ini perang salib baru) Meski dianggap salah redaksi lalu dikoreksi, orang tahu apa yang dipikirkannya..

Namun apa lacur. Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya, Dia memenuhi janji untuk melindungi umat Islam dari kelenyapan. Ketika pada awalnya, tragedi 11 September berbuah pahit bagi Muslim Amerika, namun akhirnya tragedi ini ternyata telah mengubah sikap dan pandangan rakyat Amerika tentang Islam. Bahkan, di luar dugaan, tragedi WTC justeru menjadi pemicu utama terjadinya Islamic convertion, yakni banyaknya rakyat Amerika yang kemudian memutuskan untuk memeluk Islam atau menjadi mualaf.

Antusiasme rakyat Amerika terhadap Islam semakin besar. Mereka menjadi sangat tertarik untuk mengenal Islam lebih jauh. Karenanya berbagai buku dan pemberitaan di internet, majalah, koran, dan TV tentang Islam menjadi perhatian rakyat AS. Bahkan, Al-Quran menjadi bahan bacaan yang paling laris dan diburu. Mereka ingin tahu apa yang ditulis di dalam Al-Quran sehingga Islam bisa melahirkan banyak ‘teroris’.

“Tak kenal maka tak sayang” barangkali adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan berubahnya perspektif rakyat Amerika setelah mereka mempelajari Islam langsung dari sumbernya. Mereka mereguk keindahan Islam sebagai agama rahmat, bukan agama terorisme.

Janji Allah pada Peristiwa Lainnya

Sebenarnya kejadian seperti di atas pernah terjadi di zaman dahulu. Tepatnya pada zaman Tartar. Pada abad ke-7 H, di saat kekuatan kekhalifahan Islam mulai meredup, terjadi pertempuran yang sangat dahsyat dan monumental yaitu ketika bangsa Tartar di bawah pimpinan Jengis Khan, menyerbu negeri-negeri Islam bagai air bah, bergelombang bagai badai yang garang, menyapu dari segala penjuru, dan kemudian meluluhlantakkan semua negeri-negeri yang dilaluinya. Bahkan diceritakan sungai Dajlah di tengah kota Baghdad yang begitu bening menjadi merah kebiruan akibat darah umat Islam dan tinta dari ratusan buku perpustakaan yang dibuang ke sungai itu oleh tentara Tartar.

Masa itu adalah masa paling kelam, di mana sebagian besar negeri Islam dibasmi dan dilindas habis oleh bangsa Tartar. Barisan bala tentaranya seakan-akan tidak pernah terbendung dan terkalahkan. Sampai-sampai munculah mitos, “Tartar takkan pernah terkalahkan.”

Namun tak selang beberapa tahun dari peristiwa itu, munculah syeikh Jamaluddin dari Bukhara yang darinya mengubah total seratus delapan puluh derajat. Di saat ia bertatapan dengan seorang gubernur yang bernama Timur Khan (Timur Lenk), seorang cucu Jengis Khan. Maka sang Gubernur berkata seraya meremehkan, “Oo, orang-orang Persia ini lebih rendah dan lebih hina dari seekor anjing.” Maka Syeikh Jamaluddin pun menjawabnya dengan mantap, “Kita tidak bisa membedakan sekarang, apakah aku lebih utama dari anjing, atau anjing yang lebih mulia daripada aku. Soal ini tergantung pada akhir kehidupanku. Apabila aku kelak mati dalam keadaan muslim, maka akulah yang lebih mulia daripada anjing. Tapi jika aku mati dalam keadaan kafir, maka anjing lebih mulia daripadaku..”

Jawaban inilah yang mengantarkan Timur Khan masuk Islam dan akhirnya mengubah tatanan kerajaan yang dahulunya menyerang Islam menjadi pelita dakwah Islam ketika dia menjadi penguasa tunggal kerajaan.

Lagi lagi, janji Allah terbukti. Allah melindungi umat Islam dari musuh-musuhnya dari kemusnahan.

Di zaman sekarang, ketika bangsa Palestina diserobot dan dijajah oleh Israel. Seakan umat Islam tak berkutik dengan kekuatan bangsa barat yang selalu menopang sang penjajah. Namun lagi lagi, Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya. Israel tak mampu menguasai Palestina secara mutlak. Mereka seakan dianggap bingung oleh daerah kecil yang bernama Gaza. Bahkan hikmah dari itu sungguhlah besar. Mata umat Islam dunia seakan dipaksa untuk melihat dan memahami pentingnya jihad. Maka sungguh Palestina menjadi bumi yang penuh berkah.

Lalu, mari kita tunggu kuasa Allah di negeri Suriah, Irak, dan Rohingya ketika umat Islam berjuang mendapatkan haknya, dengan doa-doa kita dan usaha-usaha semaksimalnya…!

Penutup

Demikian itulah kuasa-kuasa Allah sekaligus janji-janji Allah bahwa Dia akan menjaga dan tidak akan membiarkan umat Islam binasa tersebab musuh-musuhnya. Hal itu tidak lain karena Allah SWT selalu memunculkan umat yang kokoh imannya dan besar citanya untuk membela agama-Nya.

Sungguh benar firman Allah swt.

……Dialah yang mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (AlQuran) atas agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya..” (QS. As-shaff: 9)

Namun tahukah kawan, ternyata ada sedikit sentilan untuk kita. Sentilan itu adalah satu dari tiga permintaan Rasulullah Saw kepada-Nya di atas. Rasulullah bersabda, “Aku memohon kepada Allah SWT agar umatku terbebas dari pertikaian sesama mereka (peperangan, percekcokan antara sesama umat Islam). Tetapi permohonanku yang ini tidak dikabulkan (telah ditolak) oleh-Nya.

Sentilan ini harus kita sikapi dengan benar. Allah SWT ingin menyentil kita agar kita bisa mengendalikan diri dari ego dan nafsu-nafsu yang rendah lainnya. Allah SWT ingin agar kita berhati-hati dengan sikap ini yang menjadikan diri kita berselisih dengan sesama. Allah SWT telah memperingatkan kepada kita akan bahayanya perselisihan di antara umat Islam. Maka dari itu, mari kita semua introspeksi diri dan menata ke dalam agar Izzah Islam dapat terwujud dengan bersatunya kita dengan saudara-saudara Islam lainnya. Allah SWT ingin melihat kita berpelukan satu dengan lainnya. Allah SWT ingin agar kita saling tegur sapa, saling lempar senyum, dan saling bantu membantu, serta saling merasakan apa yang diderita saudara kita, baik yang dekat rumah, satu daerah, satu negeri, ataupun di belahan dunia.

Oleh karena itu, mari teriakkan yel di hati kita masing-masing “Islam Bersatu tak Bisa Dikalahkan.” Wallahu a’lam.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

El Fath
Seorang pemuda yang lahir di kota wali dengan mereguk ilmu dan hikmah di tanah kelahiran, selanjutnya melompat ke daerah para warok dan melengkapinya di daerahnya Ronggowarsito. Pecinta politik Islam dan perindu keharmonian dan keseimbangan.

Lihat Juga

Belajar Bertutur Hikmah dari Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah