Home / Berita / Internasional / Asia / Tips Bagi Jamaah Haji Agar Tak Tersesat Di Mekah

Tips Bagi Jamaah Haji Agar Tak Tersesat Di Mekah

Jamaah Haji Indonesia (ilustrasi).   (setkab.go.id)
Jamaah Haji Indonesia (ilustrasi). (setkab.go.id)

dakwatuna.com – Mekah.  Jamaah haji yang akan melaksanakan rukun Islam kelima di Tanah Suci, Mekah, Arab Saudi, pada 2014 diperkirakan akan lebih besar dibanding sebelumnya karena akan bertepatan dengan peristiwa haji akbar.

Kepala Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Mekah mengatakan banyak penduduk Arab Saudi yang biasa tidak berhaji pada haji biasa akan melaksanakan ibadah tersebut sehingga diperkirakan tingkat kepadatan jamaah akan bertambah.

“Bagi jamaah Indonesia tentu hal ini perlu diperhatikan, terutama agar tidak kesasar saat berada di Masjidil Haram dan juga saat kembali ke penginapan,” katanya.

Apalagi banyak jamaah Indonesia berusia tua, berpendidikan rendah dan belum pernah melakukan perjalanan jauh. Saat ini pun, di Madinah, dilaporkan banyak jamaah Indonesia yang tersesat saat melakukan ibadah di Masjid Nabawi karena banyaknya pintu masuk, tambahnya.

Gelombang pertama jamaah haji Indonesia masuk ke Mekah pada 9 September. Sementara itu gelombang kedua akan langsung masuk ke Mekah mulai tanggal 15 September.

Endang Jumala memberikan beberapa tips kepada jamaah haji Indonesia agar tidak tersesat saat berada di Mekah.

Pertama, bawalah selalu identitas hotel. Endang mengatakan, pihaknya telah meminta hotel membuat kartu yang memuat nama hotel, alamat, dan kontak person. Kartu ini bisa digunakan jika jamaah ingin menggunakan taksi saat ingin pulang ke penginapan.

Kedua, perhatikan stiker bus yang membawa jamaah dari penginapan ke Masjidil Haram. Pemerintah menyediakan bus yang beroperasi selama 24 jam untuk mengantarkan jamaah yang diberi nama Bus Shalawat. Ada 12 rute bus yang dilalui dan bus di setiap rute mempunyai stiker dengan warna dan nomor tertentu.

Ketiga, saat akan memasuki Masjidil Haram maka perhatikan nomor pintu masuk, sehingga nantinya jika pulang melalui pintu masuk yang sama.

Salah satu tips yang juga bisa digunakan adalah dengan memfoto lokasi mulai tempat jamaah diturunkan sampai dengan pintu masuk di Masjidil Haram. Foto tersebut bisa mengingatkan jamaah jika tersesat atau ditunjukkan kepada petugas baik Indonesia ataupun Arab Saudi.

Untuk mengantisipasi jamaah yang tersesat, Endang mengatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan pos khusus Hotel Burj Sultan. Jika ada jamaah yang kesasar atau kehilangan arah dan ditemukan oleh petugas haji Indonesia maka akan dibawa di pos tersebut.

Di pos tersebut telah disediakan tenaga medis dan makanan. Jamaah bisa istirahat terlebih dahulu untuk selanjutnya digali informasi lokasi penginapan jamaah.

Selanjutnya, petugas akan menghubungi petugas sektor tempat asal jamaah untuk menjemput atau jika memungkinkan juga akan diantar.

Adapun imbauan yang diberikan oleh Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji Arab Saudi terkait transportasi Bus Shalawat adalah:

Pertama, jamaah berangkat ke Masjidil Haram lebih awal dan kembali lebih akhir untuk menghindari kepadatan saat shalat.

Kedua, apabila tersesat di jalan, agar segera merujuk kepada sektor/halte terdekat atau menghubungi nomor kontak pengaduan transportasi 0508932700 atau 0532443387.

Ketiga, ketiga berada di Terminal Ghazzah dan Bab Ali agar senantiasa memperhatikan warna stiker dan nomor bus.

Keempat, memanfaatkan secara maksimal transportasi Bus Shalawat selama berada di Mekah untuk bepergian ke dan dari Masjidil Haram menuju penginapan (minimalkan penggunaan taksi bila tidak mendesak).  (jurnalhajiumroh/sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Jamaah Haji 2015

Pedagang Nasi Kuning Naik Haji, Ini Kisahnya

Organization