Home / Narasi Islam / Ekonomi / Wirausahawan Muda Kontributor Umat

Wirausahawan Muda Kontributor Umat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Bisnis Online (inet)
Bisnis Online (inet)

dakwatuna.comPerkembangan zaman dan perubahan yang terjadi di dalamnya terjadi karena adanya dorongan dan harapan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan lebih bernilai dalam kehidupan. Dan itulah hakikat keberadaan manusia yang dibekali akal serta pikiran untuk menjadikan diri dan sekitarnya memiliki sebuah nilai dan arti. Kata perubahan dapat dinisbatkan dengan pemuda. Karena pemuda saat inilah yang akan mengubah masa depan dan terlebih menjadi pemimpin di masa depan. Pemuda saat ini akan menjadi penerus estafet kepemimpinan di segala aspek kehidupan. Oleh sebab itu, sukses atau tidaknya suatu bangsa salah satunya ditentukan dengan kondisi pemudanya saat ini.

Segala perubahan baik dirasakan atau tidak niscayanya telah terjadi begitu cepat di segala aspek kehidupan ini. Dunia usaha atau business termasuk salah satu aspek yang mengalami perubahan sangat cepat. Sektor ekonomi memiliki peranan terpenting dalam sebuah negara, karena sektor inilah yang menentukan tingkat perkembangan sebuah bangsa. Hal inilah yang menjadi satu indikator guna membedakan antara negara maju, berkembang, dan miskin. Sehingga tingkat ekonomi sebuah negara menjadi sebuah acuan kesejahteraan rakyatnya. Dan satu hal penting yang perlu digarisbawahi yakni, salah satu indikator negara maju itu terletak pada jumlah wirausahanya, yang khususnya dapat berpikir positif dan kreatif dalam membuka setiap peluang usaha.

Wirausaha dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemiskinan dan ketertinggalan sebuah bangsa. Salah satu slogan wirausahawan yakni, selalu membuka lapangan kerja dan tetap berpenghasilan, bukan mencari kerja dan menunggu peluang kerjaan. Diakui atau tidak, wirausahawan telah memberikan sumbangsih yang sangat berarti bagi kemajuan ekonomi bangsa. Siapa yang tidak tahu Tiongkok atau China, salah satu macan Asia kini telah menjelma menjadi raksasa dunia dengan berbagai kemajuan di setiap bidang, mulai dari ekonomi, budaya, olah raga, bahkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Negara-negara G-7 saja bahkan secara terang-terangan merangkul Tiongkok yang saat ini menduduki peringkat keempat dalam perdagangan dunia, di bawah AS, Jerman dan Jepang untuk mau berbagi dan berbicara dalam forum mereka, disalin dari Pikiran Rakyat. Ternyata salah satu kebangkitan Tiongkok diakibatkan karena besarnya peran Usaha Kecil dan Menegah (UKM) dan bisnis swasta daerah yang disebut sebagai Township and Village Enterprises (TVEs) dalam menopang kekuatan ekspornya.

Menurut hemat saya, ada dua syarat untuk menjadi wirausaha yakni kemauan dan komitmen serta modal:

Syarat Pertama adalah Kemauan dan Komitmen. Kesuksesan seseorang dalam hidupnya, pastinya dimulai dari dorongan yang kuat dalam diri untuk senantiasa memperbaiki dirinya guna meraih kesuksesan. Oleh sebab itu, jiwa dan mental yang kuat harus dibangun agar kita dapat menghadapi segala permasalahan yang ada nantinya. Menurut sebagian ahli, berwirausaha lebih mengarah pada mental seseorang, bukan bakat. Mental seseorang itu bisa dibangun dengan hal-hal positif yang memotivasi seseorang agar lebih baik dan memiliki semangat dalam bekerja. Dan hal tersebut salah satunya didapatkan dalam proses pendidikan baik formal dan informal.

Disalin dari kompas.com, Prof. Dr. Ir. Mohammad NUH, DEA menyatakan: “Pendidikan Indonesia seharusnya mengalami transformasi bukan reformasi.” Sehingga wirausaha merupakan salah satu jawaban terhadap masalah pendidikan di Indonesia. Diharapkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi penyumbang terhadap meningkatnya jumlah wirausahawan yang pada saat ini masih sekitar 0,2 % dari jumlah penduduk Indonesia, menjadi minimal 1%. Sebagai sebuah harapan yang harus direalisasikan dengan sebuah tindakan nyata. Pemuda hari ini, adalah harapan hari esok. Sehingga majunya ekonomi bangsa kita di masa depan dapat dilihat dari pemudanya di saat ini.

Syarat Kedua yakni Modal. Yang dimaksud dengan modal yaitu dana dan jaringan (network). Uang cash itu memang penting, tapi ternyata uang bukan segala-galanya. Seseorang yang memiliki uang yang banyak apabila tidak dapat dikelola dengan baik dan benar, maka uang tersebut akan habis dengan sendirinya dan mungkin meninggalkan utang bagi pemiliknya apabila ia menghamburkannya dengan sia-sia. Sebaliknya, seorang yang tidak punya uang sekalipun dapat menjadi kaya raya apabila ia memiliki komitmen kuat untuk memperbaiki dirinya. Dan dunia dewasa ini telah menyaksikan, bagaimana seorang siswa tingkat SMA bahkan SMP bisa bertransaksi puluhan juta rupiah meskipun tak ada sepeser pun uang di kantongnya. Inilah yang dimaksud dengan modal network, dengan berbekal layanan on line di internet atau situs jual beli di internet kita dapat menjual segala produk tanpa harus membelinya terlebih dahulu. Network yang dimaksud juga teman-teman dalam semua media sosial, yang sudah menjamur saat ini. Dan bagaimana kita menyikapi uang dan network yang kita punya secara bijak sekaligus produktif merupakan satu hal penting yang perlu kita pahami.

Pemuda merupakan aset bangsa yang harus terus dilatih dan dipersiapkan agar ke kelak mampu menjadi pemimpin bangsa dan generasi perubahan bangsa. Dalam proses pembangunan bangsa, pemuda merupakan kekuatan moral dan agen perubahan yang memiliki peran dan kedudukan yang strategis dalam pembangunan nasional. Negara-negara maju seperti Amerika, Jerman, dan Cina saat ini telah berkembang pesat dalam berbagai sektor, keberhasilannya tersebut tak terlepas dari peran pemudanya yang berkarakter wirausaha. Bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwasannya keberhasilan atau kemunduran suatu negara tolak ukurnya pada karakter bangsanya, salah satunya yang terutama yaitu semangat berwirausaha bagi pemudanya. Oleh sebab itu, mental tersebut harus ditempa dengan impuls-impuls semangat wirausaha sejak dini. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh manusia besar yang mengawali hidup dalam kegigihan dan ketekunan serta memiliki karakter wirausaha yang kuat, yaitu baginda besar nabi Muhammad SAW. Berkenaan dengan hal ini juga, Moko O. Astamoen penulis buku Entrepreunership mengemukakan bahwa kunci dari setiap negara untuk bisa memiliki keunggulan bukan hanya ditentukan oleh kekayaan alam yang dimilikinya, banyak contoh menunjukkan bahwa negara yang hanya mengandalkan sumber daya alam tidak menjadi bangsa yang dihormati dan disegani. Sumber daya manusianya (SDM) justru menjadi tolak ukur kemajuan suatu negara. Negara yang memiliki kualitas SDM yang lebih unggul akan lebih maju dibandingkan dengan negara yang hanya sekadar mengandalkan sumber daya alam semata.

Dan terbuktilah apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW bahwasannya negara yang “baldatun thayyibatun warabbul ghafur” bisa disimpulkan akan dapat terjadi apabila jumlah wirausahawan mencukupi untuk menjadi pendorong utama proses pembangunan di negara tersebut. Lebih lanjut Moko O. Astamoen mengutip pendapat David McClelland, seorang Psikolog Amerika mengemukakan bahwa; “suatu negara akan mencapai tingkat kemakmuran apabila jumlah enterpreneurnya paling sedikit 2% dari total jumlah penduduknya.” Faktor manusia (entrepreuneur) menduduki peran lebih penting dibandingkan dengan kekayaan alam. Terlebih lagi di Indonesia yang memiliki dukungan sumber daya alam yang melimpah. Peran penting wirausaha dalam perkembangan ekonomi suatu negara juga sudah lama ditekankan oleh Peter F. Drucker sejak tahun 1996 yakni, bahwasannya “Penyumbang terbesar perekonomian Amerika bukan perusahaan-perusahaan besar berteknologi tinggi, melainkan dunia wirausaha yang menciptakan ribuan lapangan kerja.”

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ayatullah Zein
Bapak dari seorang putra yang terus menjadi pembelajar sejati, pendidik dan edupreneur. Alumnus S2 Pendidikan Bahasa UNJ. Aktif mengajar di kampus negeri dan swasta sekitar Jakarta - Bekasi. Mengisi pelatihan dan kajian bertajuk pendidikan, wirausaha serta kepemimpinan.

Lihat Juga

Ilustrasi. (persisalamin.com)

Dari Pemuda untuk Kejayaan Peradaban