Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Salam untuk Gaza

Salam untuk Gaza

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)emuda

dakwatuna.com

 

Di kertas ini, aku menulis

Salam sepenuh jiwa kepadamu duhai Gaza

Dari jiwa yang menuntut pengertian

Hakikat dari kehidupan dan kematian

Karena kami lihat kalian begitu hidup…

Dalam kematian..

Dan kami merasakan mati

Dalam kehidupan..

 

Jiwaku kini malu berseri..

Jiwaku kini malu bernyanyi..

Jiwaku kini malu kembali..

 

Karena tangan utuh ini demikian rapuh

Karena kaki kokoh ini begitu mudah roboh

Karena harta meruah ini begitu lemah

Sekadar untuk berkata..

Selamat, Kau masih ada…

 

Di kertas itu, musuhmu menulis

Salam angkara murka kepadamu wahai Gaza

Dari jiwa yang sempurna membencimu

Dendamku adalah pedang kematianmu

Cemburuku adalah api yang akan membakarmu

Karena tanahmu beriman…

Karena pohon-pohonmu beriman..

Karena segala yang hidup di rahimmu beriman

Dan karena itulah kau kami musnahkan

 

Jiwaku terbakar dalam kecemburuan..

Jiwaku tenggelam dalam gelapnya impian

Jiwaku rumah bagi penyakit tak tersembuhkan

 

Sudah terlanjur jauh semua perjalanan

Sudah kian dekatnya kalian dengan kepastian

Sudah matinya para penolong kalian

Dengan lantang aku katakan..

Habislah,kau telah kuhancurkan…!

 

Pengantin Gaza I

 

Malam pertama, Gaza membara

Sang pengantin putri berduka

Terpisah dengan penghuni surga…

 

Pengantin Gaza II

 

Malam pertama,Gaza membara

Dua sejoli di bawah kubah angkara

Buah cinta mereka akan menggantikan ribuan syuhada

 

Gaza di Antara Dua Surga

 

Bagiku, mengais jarak bumi ke surga

Adalah perjalanan tak bertepi

Melintas badai dan kabut tebal menyelimuti

 

Adapun bagimu, langkahmu sudah di halaman surga

Menertawakan aku yang masih membersihkan diri

Dari mantel dunia yang musnah dan fana..

 

Langkahmu berada di antara dua surga

Hidup mulia atau mati selaku syuhada

 

Membiarkan Gaza

 

Oooh…

Dan lalu lalang di tengah padang tulang belulang

Mereka-mereka yang buta, mereka-mereka pendusta

 

Heeeerrr…

Dan lalu lalang di tengah darah yang menggenang

Mereka-mereka yang buta, mereka-mereka pendusta

 

Oooh..

Dan lalu lalang di tengah air mata yang berlinang

Mereka-mereka yang buta mereka-mereka pendusta

 

Heeeerr…

Dan lalu lalang di tengah kebuasan yang telanjang

Mereka-mereka yang buta mereka-mereka pendusta

 

Oooh..

Dan lalu lalang di tengah musnah kasih sayang

Mereka-mereka yang buta mereka-mereka pendusta

 

Heeerr…

Dan lalu lalang mereka mencari jalan pulang

Mereka-mereka buta, mereka-mereka pendusta

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lahir di Sukabumi, Menyukai membaca, menulis dan bercerita. Mengajar sebagai guru di Sekolah Penghafal Al-Quran di Lebak Bulus.

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Palestina oleh LDK SSP STEI SEBI yang berlokasi di Car Free Day, Jakarta. Ahad (27/11/2016).  (Ahmad Jundi Taqiyuddin/LDK SSP STEI SEBI)

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta