Home / Berita / Nasional / Yusril: Di Indonesia, Nikah Beda Agama tak Bisa Dilakukan

Yusril: Di Indonesia, Nikah Beda Agama tak Bisa Dilakukan

Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra.  (viva.co.id)
Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra. (viva.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa pelegalan pernikahan beda agama tidak bisa terjadi di Indonesia. Pasalnya, dalam memutuskan sesuatu, negara harus bercermin pada kesadaran hukum masyarakat.

“Di Indonesia menurut saya tidak bisa,” kata mantan menteri hukum dan hak asasi manusia, dikutip dari Republika Online (ROL), Senin (8/9/14)

Masyarakat Indonesia, kata Yusril, sangat menghargai kemajemukan hukum negara. Sehingga, prinsip hukum pernikahan tergantung pada prinsip-prinsip agama masing-masing. “Islam tidak bisa memakai hukum pernikahan Hindu misalnya. Jika ada yang berbeda, maka yang berlaku hukum antar golongan,” jelas Yusri.

Oleh karenanya, jika ada pernikahan beda agama, maka hukum yang digunakan menggunakan hukum antar golongan.  Maka, hukum perkawinan yang berlaku sesuai dengan hukum perkawinan agama suami.

“Misalnya laki-laki Islam menikah dengan perempuan Konghucu. Maka yang berlaku hukum pernikahan agama laki-laki. Begitu juga sebaliknya. Masalahnya, diperbolehkan nggak dalam agama itu?”, jelas Yusril.  (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,13 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • abu syahdan

    Tidak usahlah undang-undangnya yang dirubah tapi para oknum yang akan melakukan perbuatan itu yang menyesuaikan dengan undang-undang tersebut. Misalnya pasangan yang beda agama diantara mereka, salah satu pasangannya berkorban baik yang laki-laki mau pun yang perempuan untuk merubah keyakinannya guna menyamakan keyakinan diantara mereka baru setelah itu mereka melangsungkan pernikahan sesuai dengan keyakinan yang mereka peluk. Ini pasti tidak menyalahi undang-undang dan itu boleh. Tidak perlu nekat melangsungkan pernikahan sementara keyakinan berbeda, ini bisa menciderai keluarga kedua belah pihak dan pastinya menyalahi undang-undang.

Lihat Juga

Berkah Dengan Satu Istri, Berkah Dengan Poligami