Home / Berita / Internasional / Asia / Bus Shalawat, Angkutan Jamaah Selama di Makkah

Bus Shalawat, Angkutan Jamaah Selama di Makkah

Bus Shalawat akan melayani jamaah haji yang menempati wilayah dengan jarak 2.000 meter atau lebih dari Masjidil Haram.(detik.com)
Bus Shalawat akan melayani jamaah haji yang menempati wilayah dengan jarak 2.000 meter atau lebih dari Masjidil Haram.(kabarmakkah.com)

dakwatuna.com – Madinah. Untuk jamaah haji yang menempati wilayah dengan jarak 2.000 meter atau lebih dari Masjidil Haram disediakan angkutan bus Shalawat. Bus ini beroperasi 24 jam.

Bus Shalawat yang disediakan cukup bagus. Beberapa contoh bus adalah keluaran baru full AC dengan kursi yang nyaman. Haltenya pun disiapkan cukup luas sehingga jamaah tetap nyaman selama mengantre bus shalawat baik untuk pergi ke Masjidil Haram maupun pulang ke pemondokan.

Pemerintah Indonesia memang melakukan peningkatan kualitas pelayanan transportasi antar kota perhajian yang disediakan oleh Pemerintah Arab Saudi melalui kontrak langsung dengan perusahaan transportasi. Penyediaan bus shalawat tidak dibatasi hanya jamaah pada rumah yang berjarak ≥ 2.000 meter, namun juga pada wilayah tertentu di bawah jalur tersebut.

Seperti siaran pers Kemenag, Minggu (7/9/2014), bus beroperasi selama 24 Jam, dimulai sejak kedatangan Jemaah Haji di Makkah. Bus dilayani dengan dua sopir, dengan pembagian waktu kerja pukul 10.00 – 22.00 WAS, dan 22.00 – 10.00 WAS. Setiap halte dilayani oleh minimal 2 (dua) orang petugas setiap shift selama 12 jam,

Pada masa Armina tanggal 30 September s/d 07 Oktober 2014 (6 s/d 13 Zulhijah 1435H) selama 8 hari bus tidak beroperasi karena peraturan pemerintah Arab Saudi dan bus dipersiapkan untuk Arafah Mina.

Pengaturan jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah ke dan dari Masjidil haram oleh Ketua Kloter dan Ketua Rombongan dilakukan secara bertahap, berangkat lebih awal yaitu berkisar 1 s/d 2 jam sebelum waktu shalat, dan 1 s/d 2 jam setelah waktu shalat.

Berikut rute Bus Shalawat:

AZIZIAH JANUBIAH–MAHBAS JIN
AZIZIAH SYIMALIAH–MAHBAS JIN
SYISYAH RAUDHAH–MAHBAS JIN
REI DZKAHIR–AL GHAZA
MAHBAS JIN – BAB ALI
SYISYAH – AL GHAZA
RAUDHAH – AL GHAZA
UTAIBIYAH/JARWAL – AL GHAZA
BIBAN/SYARI MANSYUR – AL GHAZA
SYARI MANSYUR – AL GHAZA
BAKHUTMAH/ NAKKASAH – AL GHAZA
KUDAY – BAB MALIK
MA’ABDAH – AL GHAZA

Untuk menghindari kepadatan, jamaah dihimbau berangkat ke Masjidil Haram lebih awal dan kembali dari Haram lebih akhir. Bila hendak keluar gedung hendaknya tidak sendirian agar ada teman bertanya. Apabila tersesat jalan, agar merujuk pada sector/halte terdekat atau menghubungi nomor kontak pengaduan.

Selain itu jamaah bisa memanfaatkan waktu-waktu senggang seperti waktu Dhuha atau tengah malam ke Masjidil haram. Ketika berada di terminal Ghazza dan/atau Bab Ali jamaah dihimbau agar memperhatikan warna stiker dan nomor bus. (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Musibah jatuhnya crane akibat terjangan badai di Makkah. (tempo.co)

WNI Korban Crane Jatuh di Makkah Menjadi 10 Orang

Organization