Home / Narasi Islam / Politik / Negara Dakwah

Negara Dakwah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustras. (inet)
Ilustras. (inet)

dakwatuna.com Dalam format negara dakwah yang baik, seorang muslim seharusnya menikmati sistem dan hukum yang ada didalam Islam; atau kebanyakan orang biasa menyebutnya dengan istilah negara Islam (negara yang menerapkan sistem dan hukum syariah). Hal ini paling nampak diberlakukan pada 2 negara , yaitu Arab Saudi, dan Brunei Darussalam. Karena pada hakikatnya, negara yang menerapkan sistem dan hukum syariah akan mendapatkan dampak fungsional yang sangat massif, terhadap pertumbuhan sebuah negara. Ada 5 sendi kehidupan yang akan merasakan dampak langsung penerapan syariah pada tataran negara. Adapun para ulama biasa menyebutnya dengan Maqashid Syariah, yang diantaranya ialah :

Menjaga Agama. Jika sebuah negara sudah menerapkan syariah Islam sebagai pondasi dasar negara, maka syiar Islam akan bertumbuh pesat dengan sendirinya. Ada semacam dampak pertumbuhan agama yang pesat, jika syiar Islam sudah dapat dikelola pada lingkup negara. Sehingga terjadilah pertumbuhan pesat pemeluk Islam yang terjadi akibat; Timbulnya rejiliusitas yang tinggi pada negara, yang ditopang oleh pendekatan power yang mumpuni. Karena format dasar negara dakwah, mau tidak mau melingkupi seluruh aspek kehidupan.

Menjaga Harta. Ada sebuah sistematika dalam Islam, yang berfungsi menjaga kesucian harta seorang muslim; yang disebut dengan zakat. Zakat-lah yang menjawab sekian banyak problema pengelolaan harta, yang diatur secara gamblang didalam Islam. Para aktivis social memiliki istilah yang lebih general dalam pengelolaan distibusi harta, yaitu ZISWAF(Zakat, Infaq, Shadaqah, dan, Wakaf). Tapi hanya zakat-lah, yang memiliki mekanisme penyucian harta secara mendetail.

Adapun Infaq, Shadaqah, dan, Wakaf lebih bersifat kepada amalan shalih seorang manusia. Bukan kewajiban yang harus dipenuhi, dan sudah memiliki ketetapan sendiri seperti zakat. Zakat sendiri pun banyak jenisnya. Tapi disinilah zakat bekerja; dimana manusia seringkali tidak menyadari adanya transaksi kotor (seperti riba/harta syubhat) dalam bermuamalah, sehingga dengan zakat-lah ‘kekotoran’ tersebut disucikan.

Menjaga Jiwa. Hal ini biasa terjadi pada ibadah mahdoh seperti kewajiban laki-laki untuk shalat dimasjid, yang akan mendapatkan rukhsah(keringanan) jika dalam konteks peperangan. Sehingga shalat boleh dikerjakan dirumah. Demi menjaga keselamatan jiwa. Dalam konteks negara dakwah, menjaga jiwa ini memang implementasinya lebih kepada konteks keterdesakan. Intinya warga bisa memiliki keleluasaan dalam beribadah jika dalam keadaan genting. Karena dalam sudut pandang fiqihnya, “Segala sesuatu yang wajib dilakukan, bisa gugur kewajibannya. Jika dalam keadaan darurat.”

Menjaga Akal. Adanya hukum halal dan haram dalam Islam, sebenarnya banyak berdampak pada kesehatan akal seorang manusia. Khususnya dalam konteks makanan. Bagaimana barang-barang haram seperti narkoba, minuman keras, rokok, dan jenis narkotika lainnya; sering tidak disadari secara berangsur-angsur merusak akal manusia. Sehingga adanya negara yang berlandaskan syariah, apalagi didukung oleh dewan fatwa; akan memudahkan pelarangan dan pembatasan konsumsi barang haram bagi warga negara. Demi kesehatan akal manusia.

Menjaga Keturunan Muslim. Adanya pernikahan dalam Islam; selain untuk memenuhi fitrah manusia atas ketertarikan terhadap lawan jenis, pernikahan juga menjaga keturunan muslim. Karena didalam Islam, adanya larangan laki-laki/ perempuan menikah dengan non-muslim; sebenarnya menjadi benteng yang kokoh dalam penjagaan nasab(keturunan) seorang muslim. Sehingga nasab menjadi hal yang penting dalam pernikahan; walaupun saat ini hal tersebut mulai diabaikan dan semakin ditinggalkan.

Begitulah format negara dakwah yang terstruktur dengan baik. Dampaknya bukan hanya ke satuatau dua orang saja. Ataupun hanya berlaku untuk setahun atau dua tahun saja. Tapi dampaknya sangat massif secara kuantitas, dan berdampak dalam jangka waktu yang panjang!

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ridwan Akbar
Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP UIN Jakarta.

Lihat Juga

Ilustrasi. (cikalnews.com)

Ruang Lingkup Audit Syariah di Negara Berkembang

Organization