Home / Berita / Internasional / Eropa / Hasil Seminar International Public Foundation To Aid Gaza

Hasil Seminar International Public Foundation To Aid Gaza

International Public Foundation To Aid Gaza, Istambul 2014
International Public Foundation To Aid Gaza, Istambul 2014

dakwatuna.com Jika sesi terakhir di hari pertama tema yang diangkat cukup hangat, yaitu tentang advokasi tawanan Palestina dan tema hukum serta kejahatan perang. Maka di hari kedua konferensi International Public Foundation to Aid Gaza, kembali membicarakan beberapa hal yang berkenaan dengan pembangunan kembali Gaza pasca agresi militer Israel. Kali ini lebih kepada infrastruktur di Gaza dan didahului beberapa presentasi tentang blokade di Gaza juga disampaikan progress aktivitas dari beberapa persatuan dokter (regional negara Arab, Eropa dan internasional).

Pada kesempatan kali ini, penasehat Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Prof. Dr. Yassin Aktay yang juga Deputi Presiden AK Party menyampaikan sambutannya. Menariknya beliau berbicara dengan Bahasa Arab.

“Kepedulian terhadap Gaza adalah panggilan nurani kemanusiaan. Seruan untuk kita semua, kaum muslimin dan seluruh umat manusia.” tutur Aktay “Berbuat zhalim adalah hal yang biasa dilakukan oleh Israel, tapi bukan suatu hal yang wajar jika umat Islam kemudian berpangku tangan menyaksikan kezhaliman ini terus berlangsung dan tak berbuat apa-apa. Seandainya umat Islam dan seluruh manusia berdiam diri dan membiarkan kezhaliman ini terjadi, maka Turki dengan segenap pimpinan dan rakyatnya takkan pernah diam dan berpangku tangan Gaza diperlakukan dengan semena-mena.” Orasi ini disambut dengan tepuk tangan yang meriah.

Setelah coffee break, sesi terakhir konferensi ini adalah pembangunan infrastruktur di Gaza. Ada tiga pemateri yang menyampaikan proposalnya. Yang pertama, Ir. Hasyim Syawa selaku wakil presiden direktur Palestine Real Estate Investment Co. Kemudian pemaparan dari Ir. Ibrahim Abu Tsarayya dari Jerman yang merupakan representasi dari Palestinian Engineers Union di Eropa. Pada kesempatan ini Dr. Riyadh Ahmad dari Inggris sebagai perwakilan Asosiasi Dokter Palestina di Eropa juga menyampaikan presentasinya.

Tiba saatnya rangkaian konferensi International Public Foundation to Aid Gaza sampai di akhir acara. Closing ceremony dipimpin langsung oleh ketua panitia, Dr. Wael Saqqa.

Beliau membuka prakata pengantarnya dengan berterima kasih kepada seluruh peserta yang bersedia memenuhi undangan panitia untuk mendatangi tempat ini serta bergabung dengan kegiatan ini.

“Dengan nama-nama Anda, kita kukuhkan bersama International Public Foundation to Aid Gaza” kata-kata Dr. Wael penuh semangat. “Saya mohon Anda mendoakannya semoga Allah memberkahinya. Dan melalui forum ini mari kita kukuhkan Dr. Isham Yusuf sebagai ketua International Public Foundation to Aid Gaza. Dan mari kita minta beliau menyebutkan nama-nama orang yang akan membantu kerja-kerja networking beliau”

Kemudian Dr. Ishom Yusuf menyebutkan beberapa nama. Beliau memulainya, “Semoga Allah menolong kita semua dan menjadikan kegiatan ini sebagai amal yang ikhlas dan diterima Allah” kemudian beliau melanjutkan “Setelah berdiskusi dengan tim kecil, mendengar masukan-masukan dari berbagai negara, maka saya meminta nama-nama berikut ini mendampingi kami menunaikan amanah yang tak ringan ini”

  1. Syeikh Ibrahim Zeinal (Qatar)
  2. Hisyam Syathir (Bahrain)
  3. Ahmad Ibrahim (Aljazair)
  4. Riyadh Ahmad (representasi Eropa)
  5. Dr. Wael Saqqa (Yordania)

“Saya sebagai panitia berterima kasih kepada media masa dan segenap panitia atas kerja kerasnya. Kemudian kepada yayasan-yayasan Turki yang berjuang keras membantu Palestina. Khususnya memfasilitasi pengobatan para korban perang” tutur Dr. Wael Saqqa, kemudian beliau mempersilakan representasi Qatar Charity.

Dalam sambutannya, Ibrahim Zeinal yang mewakili Qatar Charity berdoa semoga Allah selalu menguatkan para aktivis untuk terus mendukung perjuangan rakyat Gaza dan semoga pertemuan ini menjadi pendahuluan yang baik untuk memperkokoh dan memperkuat jaringan organisasi kemanusiaan.

Selanjutnya, Dr. Wael Saqqa membacakan Closing Statement, Konferensi International Public Foundation to Aid Gaza. Sebagai berikut:

Closing Statement International Public Foundation to Aid Gaza di Istanbul

“Serangan brutal Israel dengan agresi senjatanya telah menggugurkan lebih dari dua ribu jiwa manusia, serta melukai ribuan orang lainnya. Kekejaman juga berkelanjutan dengan menghancurkan bangunan-bangunan, seperti masjid-masjid, gedung sekolah, rumah sakit, yayasan-yayasan kemanusiaan, fasilitas-fasilitas umum, tempat layanan sipil dan tempat-tempat lain yang tak ada hubungannya dengan kemiliteran. Inilah bentuk penindasan yang nyata dan kejam. Tapi penduduk Gaza tak pernah menyerah. Kuat. Gigih. Berani. Tunjukkan kepahlawanan mereka. Maka dengan berbekal panggilan dan amanah kemanusiaan, moralitas dan agama; NGO-NGO dari berbagai penjuru dunia berkomitmen untuk membangun kembali Gaza. Ada ratusan ribu orang terusir dari rumahnya, ada orang-orang yang hidup jauh di bawah standar kemanusiaan. Korban kezhaliman yang disengaja.

Maka selama dua hari ini, kita berkumpul. Peserta yang mencapai 250 orang dari 35 negara dan 70 NGO dengan sponsor utama Qatar Charity, merasa bertanggungjawab untuk turut serta merumuskan pembangunan kembali Gaza. Memulihkan berbagai kondisi pasca agresi militer selama 51 hari.

Maka, kami berkomitmen dan menyatakan:

  1. Berterima kasih kepada Turki, terkhusus kepada Presiden Recep Tayyip Erdoğan yang bersedia menjadi tuan rumah acara konferensi internasional ini. Keseriusan Presiden Erdogan terlihat dengan mengutus penasehatnya untuk datang memenuhi undangan kami. Demikian juga Presiden Tunis Mohamed Moncef Marzouki, yang mengirimkan utusannya, anggota watimpres Tunis.
  2. Para peserta mengukuhkan International Public Foundation to Aid Gaza sebagai konsorsium organisasi kemanusiaan untuk membangun Gaza.
  3. Para delegasi NGO dari berbagai negara telah berkomitmen membantu pembangunan Gaza dengan donasi minimal satu juta US dollar sebagai kontribusi dalam berbagai program kemanusiaan, pembangunan infrastruktur, layanan sosial, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.
  4. Mengajak kepada seluruh masyarakat dunia untuk mempercepat berakhirnya blokade yang mengurung penduduk Gaza bertahun-tahun lamanya. Mengajak para praktisi hukum untuk merumuskan cara dan bergerak menyeret para penjahat perang dari Zionis Israel yang terlibat pembantaian dan penyerangan di Gaza. Semoga tahun 2014 ini adalah akhir dari blokade tak berperikemanusiaan.
  5. Menyeru kepada pemerintah koalisi Palestina untuk bersatu dan bekerja keras dalam memperjuangkan berakhirnya blokade terhadap Gaza.
  6. Menyeru kepada pemerintah Mesir untuk membuka perbatasan Refah yang menjadi pintu masuk ke Gaza untuk penyaluran bantuan kemanusiaan dan obat-obatan, juga sebagai pintu keluar para korban perang yang terluka sekaligus memberi kesempatan mereka terjangkau oleh pertolongan medis.
  7. Berterima kasih kepada seluruh warga internasional dari berbagai penjuru dunia yang terus memberikan dukungan terhadap penduduk Gaza. Terkhusus, dua negara saudara Qatar dan Turki yang diketahui bersama dukungannya, pemerintah dan rakyatnya.

Istanbul, 31.08.2014

Tertanda

International Public Foundation to Aid Gaza”

Setelah pembacaan closing statement, berakhirlah rangkaian acara konferensi International Public Foundation to Aid Gaza yang berlangsung selama dua hari di Istanbul. Di penghujung acara semua peserta kembali menerima informasi update donasi yang terkumpul, baik dari lembaga maupun dari perorangan. Takbir kemenangan kembali menggema, Dr. Isham Yusuf memimpin takbir selayaknya takbir Idul Fitri dan Idul Adha. Setelah itu acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan makan siang. (ms/usb/dakwatuna)

——————————————————

Mari salurkan kepedulian Anda untuk membantu perjuangan dan derita saudara-saudara kita di Gaza melalui program dakwatuna peduli.

Donasi dapat ditransfer ke rekening BSM nomor 2400020601, a.n. Dakwatuna.

Kirimkan konfirmasi donasi Anda ke [email protected] atau sms ke +6285883678692

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina