Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Topeng Dunia

Topeng Dunia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Sekarang,

Topeng dunia berupa kedudukan,

Tetiba mengerdilkan iman

Jungkir balik, banting stir dan uang digadaikan

 

Sekarang kekeuh,

Jikalau satu persatu menjadi bermakna.

Tetiba berhadapan dengan Izroil, tak berguna!

Jangan mau disanjung-sanjung

Karena memang kamu bukan manusia anggun

 

Ketika badan tak berdaya

Sesaat setelah ditinggal nyawa,

Anak istri tercinta pun tak lagi sudi bersama.

Dari yang semula dipuja

Kini tinggal bangkai tak berharga.

 

Bolehlah bangga sebentar

Dengan tangan berhias intan berlian,

Harta benda semua tak ada yang murahan

Kemana-mana diantar sedan

Tapi nanti..

Di kuburan tanpa seorang pun teman.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ludiana Septi Susanti
Seorang pembelajar, aktiv di organisasi kepemudaan Fkapmepi DIY dan dunia kepenulisan di FLP wil. DIY. Tertarik dunia kependidikan, sosial-empowering dan praktisi ilmu biologi. Suka analisis, silent reader, more action.

Lihat Juga

Si Kecil Omran, Durrah, dan Tangisan Dunia