Home / Berita / Opini / Merajut Persatuan Demi Menyongsong Kepemimpin Baru Indonesia

Merajut Persatuan Demi Menyongsong Kepemimpin Baru Indonesia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)
Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)

dakwatuna.com Beberapa hari lalu, Mahkamah Konstitusi resmi memutuskan Penolakan atas sengketa hasil Pemilu Presiden yang diajukan oleh pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo-Hatta kepada KPU. Semenjak hari itu bisa dipastikan bahwa pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan wakil Presiden Jusuf Kalla resmi menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2014-2019. Hal ini tentu didasari oleh proses pengujian dan pemeriksaan yang panjang. Kita menyadari bahwa suhu politik Indonesia belakangan naik oleh karena Pemilihan Presiden ini. Dan perlahan menurun pasca keluarnya keputusan KPU dan putusan MK tersebut.

Hal ini tentu amat beralasan, mengingat Pemilihan Presiden 2014 diselenggarakan dengan hanya melibatkan dua pasang Calon Presiden dan Wakil Presiden didalam satu putaran. Singkatnya, hal ini menyebabkan rakyat Indonesia dihadapkan langsung oleh dua pilihan. Perbedaan Pilihan ini lah yang menjadi kekhawatiran besar menjadi awal mula gesekan dan perpecahan rakyat Indonesia. Karena kedua pasang sama-sama menunjukkan kompetensinya beserta gagasan segar terkait konsep pembangunan Indonesia dan rakyat pun menaruh harap terhadap keduanya. Namun pasca keluarnya Putusan MK tersebut Rakyat Indonesia akhirnya bisa bernapas lega, sebab rangkaian proses pemilu akhirnya selesai dan kita mendapati Presiden terpilih untuk periode 2014-2019. Dan hal ini pun menjadi pembuktian atas integritas lembaga-lembaga Negara yang menyelenggarakan pemilu.

Meskipun begitu, sampai hari ini Rakyat Indonesia masih memiliki pekerjaan besar yang mesti diselesaikan. Yaitu menumbuhkan kembali semangat persatuan dan kesatuan di tengah rakyat Indonesia. Tidak hanya itu, Presiden terpilih pun mesti diberikan dukungan oleh semua elemen bangsa. Hal ini penting, sebab tanpa dukungan maka pemerintahan tidak bisa berdaya guna secara optimal memberikan kesejahteraan dan pelayanan kepada rakyat. Oleh karena, pembangunan bukan saja dimaknai dengan pelaksanaan kebijakan yang dikeluarkan oleh pejabat negara saja namun juga merupakan buah pikir dan keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam memajukan negara.

Semangat menyambut Presiden baru juga mesti dibarengi dengan kesadaran yang tinggi untuk tetap mengevaluasi dan mengawasi kebijakan pemerintah. Jangan sampai dukungan yang diberikan kepada presiden terpilih bias dan jauh dari keritikan dan penilaian objektif atas kebijakan yang dikeluarkan. Sebab mengawasi dan memonitor kebijakan pemerintah adalah tugas sekaligus hak seluruh Rakyat Indonesia.

Beberapa bulan ke depan tampu kepemimpinan Presiden SBY akan diserahkan kepada Presiden terpilih Joko Widodo. Maka hari-hari ke depan akan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk menyambut pemimpin baru dengan penuh cita dan harapan. Cita-cita akan kehidupan yang lebih baik dan juga harapan terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran yang merata tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Presiden baru berarti harapan baru. Indonesia hanya akan bisa menjadi bangsa yang besar jika Indonesia mampu mengatasi masalah di dalam negerinya dan beranjak dari keterpurukan menuju masa depan yang lebih baik. Dan untuk mewujudkannya Indonesia mesti kembali merajut persatuan dan kesatuan. Sebab proses panjang demokrasi yang kita lakukan sampai hari ini semata-mata adalah wujud implementasi dari nilai-nilai yang diwariskan oleh para pembangun bangsa di masa lalu yang bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran sebesar-besarnya bagi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nurfahmi Islami Kaffah
Ketua umum BSO SERAMBI FHUI 2014, Mahasiswa S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Lihat Juga

Ilustrasi - Ramadhan (inet)

Merajut “Kemesraan” Abadi Bersama Ramadhan

Organization