Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Hafizhun Alim

Hafizhun Alim

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (halidayanti.blogspot.com)
Ilustrasi. (halidayanti.blogspot.com)

dakwatuna.com Yusuf berkata “Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan”. (QS. Yusuf : 55)

Hafizhun Alim merupakan syarat mutlak untuk menjadi pemimpin muslim yang rabbani. Dan syarat ini berlaku di manapun pemerintahan sehat berada. ‘Pandai menjaga amanat dan berwawasan luas’, itulah Hafizhun Alim. Walaupun, seorang Hafizhun Alim faktanya semakin langka ditemukan di dalam negara yang penuh carut marut perpolitikan seperti ini.

Tapi mari pelajari kisah perjalanan nabi Yusuf secara lebih khidmat dan seksama. Nabi Yusuf As, merupakan satu-satunya nabi yang mempunyai mata rantai keluarga; keturunan 4 nabi sekaligus. Sehingga nama lengkapnya, Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Nabi Yusuf As. merupakan seorang Hafizhun Alim sejati. Dan hal ini bisa dibuktikan dalam kisahnya, yang berawal dari mimpi yang didapatnya.

Mimpi yang didapat Yusuf ternyata menjadi titik awal malapetaka terjadi. Karena mimpi tersebut menjadi penanda awal terjerumusnya nabi Yusuf As. ke dalam sumur. Memang sejak awal, nabi Yusuf merupakan keluarga yang terdiri dari 12 anak bersaudara. Saudara-saudara nabi Yusuf tidak suka terhadap nabi Yusuf. Karena mereka merasa sang ayah (nabi Ya’qub) lebih mencintai yusuf dan adiknya (Bunyamin). Dari motif kebencian seperti inilah peristiwa sumur bisa terjadi.

Kejadian berawal saat kesepuluh saudaranya meminta izin kepada nabi Ya’qub, untuk mengajak nabi Yusuf bermain. Tetapi yang terjadi adalah, peristiwa dibuangnya nabi Yusuf kedalam sumur. Motif awalnya ialah pembunuhan, tapi Allah Swt tidak meng-amin-kan niat busuk mereka. Allah menjanjikan kepada yusuf, bahwa kisah ini akan terungkap. Sehingga dalam laporan kesepuluh saudara nabi Yusuf sekembalinya di rumah, mereka mengatakan bahwa nabi Yusuf sudah mati dimakan serigala.

Allah Maha Mengetahui, mana hambanya yang amanah lagi berpengetahuan luas. Sampai akhirnya nabi Yusuf tumbuh menjadi pria yang tampan nan gagah. Keilmuannya yang luas, dan kemampuannya dalam menjaga amanah; membuat karir nabi Yusuf As terus melejit naik. Fitnah-fitnah yang dilontarkan oleh wanita seperti Zulaikha, tidak pernah memadamkan api kebenaran yang selalu dipegang teguh oleh nabi Yusuf. Hingga pada ujung kisahnya digambarkan; nabi Yusuf As. yang sudah menjadi bendahara negara, dipertemukan kembali oleh kesepuluh saudara yang dahulu mendzaliminya. Dan pada pertemuannya pun, motif nabi Yusuf bukanlah membalas dendam; tetapi memaafkan. Semuanya memang berawal dari sumur kelam, tapi Allah menutup kisahnya di singgasana kerajaan Mesir yang megah nan mulia.

Begitulah cara Allah mengisahkan pemimpin yang berkarakter Hafizhun Alim. Bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan hambanya yang berintegritas dan berpengetahuan luas. Karena sifat jujur yang dekat dengan kesucian sebuah amal perbuatan, akan melebur bersama samudera keilmuan yang membawa Mesir menjadi negara makmur dan sejahtera; di bawah kepemimpinan nabi Yusuf alaihi salam.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ridwan Akbar
Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP UIN Jakarta.

Lihat Juga

Jakarta Magnet Kepentingan, Warga Jakarta Harus Rasional Pilih Pemimpin