Home / Berita / Daerah / Kini, Desa Natah Gunung Kidul Tidak Kesulitan Air Lagi

Kini, Desa Natah Gunung Kidul Tidak Kesulitan Air Lagi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Program “Berbagi Air”  PKPU Yogyakarta dengan Makelar Sedekah.  (agus/kis/pkpu)
Program “Berbagi Air” PKPU Yogyakarta dengan Makelar Sedekah. (agus/kis/pkpu)

dakwatuna.com – Gunung Kidul.  Warga Natah Wetan, Desa Natah, Kec. Nglipar tidak perlu lagi berjalan ratusan meter hanya untuk mendapatkan air bersih jika memasuki musim kemarau guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena, Jum’at (22/08/14) Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Yogyakarta bersinergi dengan Makelar Sedekah kembali meresmikan Program “Berbagi Air”  melalui Pembangunan Sistem Air Bersih di Desa Natah, Nglipar, Gunung Kidul.

Program berbagi air di wilayah Natah ini merupakan kelanjutan dari program yang sama yang sudah diluncurkan di wilayah Jeruklegi, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar dan Desa Banyusoco, Kec. Playen. “Ini adalah Program berbagi air yang ketiga, sebelumnya PKPU Yogyakarta juga sudah membuat Sistem Air Bersih dengan cara memompa air dari dalam tanah dan disalurkan kepada warga” ujar Jumarsono selaku Kepala Cabang PKPU Yogyakarta.

Bupati Gunungkidul Hj Badingah S.Sos menyambut baik program PKPU DIY. Karena pembangunan Pamdus memberikan manfaat yang cukup besar dalam upaya mengatasi kesulitan air bersih di Gunungkidul. Bantuan pembangunan yang sudah ada, hendaknya dirawat dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga kesulitan air bisa diatasi. “Pemerintah daerah juga terus berupaya untuk  mengatasi kesulitan air bersih di masyarakat. Dengan adanya bantuan Pamdus dari PKPU ikut membantu pemerintah daerah, untuk mencukupi kebutuhan air bersih di masyarakat,”jelasnya.

Sementara penanggungjawab program Berbagi Air PKPU Yogyakarta, Agus Triyono mengatakan bahwa “Pembangunan sistem air bersih ini akan dimanfaatkan oleh warga Dusun Natah Wetan yang berjumlah 90 KK, dan nantinya akan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang ada di Dusun sekitar.

Pembangunan ini juga melibatkan peran serta masyarakat secara aktif, baik dalam menyiapkan dan membangun infrastruktur, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik”. Saat ini juga sedang dilakukan tahap finishing pembangunan sistem air bersih yang ke empat di Dusun Ketela, Desa Tegalrejo, Kec. Gedangsari, lanjut Agus.

Dalam acara peresmian Program “Berbagi Air” ini hadir Bupati Gunung Kidul, Hj Badingah, S.Sos, Kepala Disperindagkop dan ESDM Hidayat, S.H, Kepala Cabang PKPU Yogyakarta, Jumarsono, Camat Nglipar, Koramil Nglipar, Kapolsek Nglipar, Kepala Desa Natah, serta masyarakat Dusun Natah Wetan.

Program ini merupakan program pengadaan air bersih dengan cara memompa dari sumur bor selanjutnya ditampung dalam bak penampung utama. Dari bak penampungan tersebut kemudian air dialirkan melalui pipa  ke ke rumah-rumah warga. Saat ini sistem air bersih di Natah Wetan ini bisa mengaliri air untuk 90 KK.

Dengan adanya program berbagi air ini, setiap musim kemarau datang, warga masyarakat tidak lagi mencari air dengan berjalan kaki atau dilakukan dropping air bersih menggunakan truk tangki. Sehingga masyarakat bisa lebih tenang dalam beraktivitas sehari-hari. (agus/kis/pkpu/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sukismo

Lihat Juga

Islam di Indonesia, Jangan Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba