Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Teruntuk yang Akan Menikah

Teruntuk yang Akan Menikah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (hayatinanabilah.wordpress.com)
Ilustrasi. (hayatinanabilah.wordpress.com)

dakwatuna.com ”Tidak akan masuk surga orang yang durhaka kepada orang tua (ibu bapak), orang yang suka mengungkit-ungkit kebajikan dan orang yang ketagihan minuman keras.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tiba-tiba mendengar perbincangan sangat tidak mengenakkan para istri yang membeberkan kejelekkan mertua mereka, lewat obrolan mereka tersebut langsung saya tersentak. Ya Allah kenapa siang tengah bolong begini harus mendengar obrolan seperti ini. Bersyukur semoga lewat cerita tersebut bisa mengambil esensi hikmah yaitu ketika nanti menikah tidak akan pernah menceritakan kejelekkan mertua. Padahal Islam telah menjelaskan bahwa siapa yang membuka aib seseorang maka siap-siap Allah akan membuka aib mereka sendiri. “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (isteri-isteri kamu), (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa’: 19)

Tulisan ini hadir bukan untuk membesarkan cerita antara para istri tetapi berharap semoga para pembaca terutama wanita mengambil hikmah dari tulisan ini. Sungguh merasa miris dan memprihatinkan, pada mereka yang mengakui sebagai wanita shalihah tapi kok begitu teganya menceritakan kejelekkan mertua mereka pada orang lain. Bukankah ketika wanita menikah dengan para laki-laki harus menerima segala kekurangan tidak hanya kekurangan calon suami tapi juga kekurangan keluarga (mertua, adik, maupun kakaknya)?. Dan kenapa kejelekkan mertua harus dipublikasikan ke sembarang orang, sebaiknya keburukan mertua menjadi bahan renungan. Mungkin bisa jadi mertua tidak harmonis dengan menantu disebabkan faktor diri sendiri atau bisa jadi mertua tak sepaham karena belum paham dengan pola pikiran menantunya atau bisa jadi Allah sedang menguji para wanita untuk meningkatkan lagi keikhlasan, kesabaran dan ketegaran melalui sikap mertua.

Pada sahabat yang akan menikah, jangan pernah menceritakan kejelekkan mertua apalagi berlebihan hingga memburukkan mertua, walau bagaimanapun mereka tidak menerima kalian, meski sikap mereka menyebalkan, walaupun mereka selalu menjelekkan kalian, dan walaupun mereka selalu membedakan kalian dengan menantu yang lain. Terimalah mertua, cintailah mertua, doakan mereka, dan tanya selalu kabar mereka.

Ketika sahabat diperlakukan yang tidak enak, hendaknya banyak memohon pada Allah agar mertua segera berubah dan terbuka hatinya. Yakinlah sahabat ketika kalian sudah berbuat baik secara maksimal pada mereka tapi tetap mereka tak berubah, insya Allah kebaikan kalian sudah menjadi pahala dan menjadi pemberat amal kalian. Aamiin.

Bagi sahabat yang akan menikah, jangan pernah kita menjelekkan mertua dikhalayak ramai bukankah mereka sudah menjadi orang tua kita juga. Walaupun kasih sayang mereka tidak seperti orang tua yang mencintai dengan cara spesial. Ketika sahabat menyakiti hati mertua sesungguhnya kalian sudah menggores hati suami karena dalam kehidupan suami ada wanita sangat berharga dalam kehidupan mereka yaitu istri dan ibunya.

Jika wanita sampai menjelekkan mereka apa beda kalian dengan wanita lainnya, “Bukankah segala yang terjadi di bumi Allah, sudah tertulis dilauhul Mahfuzh-Nya”

Betapa indahnya bila wanita merahasiakan kejelekkan mertua, betapa indahnya membalas ketidaknyamanan dengan sebuah lantunan doa, betapa indahnya menerima mereka apa adanya bukan dengan syarat. Jangan sampai keharmonisan antara menantu dan mertua indah hanya diawal-awal pernikahan tapi semakin lama keharmonisasian semakin luntur bahkan menghilang. Perlakukan mertua seperti kita memperlakuan orang tua kita sendiri.

 

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (32 votes, average: 9,09 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar
  • Cari calon istri yg solehah aja, insya allah akan pikir ulang jika mau ghibah karena mengingat akan dosanya.

  • umar nuralim

    Memang perempuan itu doyan gosip,ngumpul satu dua tiga perempuan yg terjadi adalh gosip.pantasan di neraka banyak perempuan

    • Devi

      Janganlah anda menghakimi stiap wanita seperti pola pmikiran anda.karna sejatinya anda terlahir dari seorang wanita dan andapun pasti membutuhkan pasangan seorang wanita.sungguh sangat memperihatinkan perkataan anda

  • Arlia Malik

    antara menantu mertua dan kakak/adik ipar dibutuhkan saling pengertian, saling menghormati. saling menyayangi, saling terbukam saling menerima kekurangan dan kelebuhan masing2 sehingga bila terjadi kesalahpahaman dapat diselesaikan dengan baik

Lihat Juga

ilustrasi (jilbabcantig.blogspot.com)

Murabbiyah, Ta’arufkan Akhwat yang Siap Menikah

Organization