Home / Berita / Nasional / Pengamat: Kegagalan KPU Malah Mendapat Apresiasi DKPP

Pengamat: Kegagalan KPU Malah Mendapat Apresiasi DKPP

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqie.  (kompas.com)
Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqie. (kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Komisi Pemilihan Umum (KPU) gagal membuat Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berkualitas pada Pilpres 2014. Sayangnya, pengamat menilai putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) justru mengapresiasi kelemahan KPU tersebut.

“KPU gagal membuat DPT yang layak dan berkualitas pada Pilpres 2014, tapi justru ini di apresiasi oleh DKPP,” kata pengamat politik dan pemilu, Said Salahudin, Kamis (21/8/2014).

Said mengaku tak bisa memahami dasar putusan DKPP yang tidak menghukum komisioner KPU. Padahal, lanjut dia, penggunaan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) pada Pilpres banyak yang melanggar aturan.

“Penggunaan DPKTb sama sekali tidak mencerminkan sistem hukum kita,” tegas Said.

Menurut Ketua LSM Sinergi Demokrasi untuk Masyarakat Demokrasi  (Sigma) itu, DPKTb memiliki syarat yang tidak terpenuhi pada putusan MK no 102 /PUU-VII/2009.

Putusan MK itu dibuat hanya 36 jam sebelum Pilpres 2009 dan merupakan turunan dari UU no 42/2008 yang memutuskan bahwa warga negara boleh menggunakan hak pilihnya dengan jalur DPK dan DPKTb. Ketentuan itu juga mengatur bahwa WNI boleh memilih asal memakai KTP dan Kartu Keluarga.

“Pada Pilpres kali ini KPU hanya mensyaratkan KTP saja, tanpa persyaratan lain seperti Kartu Keluarga,” kata Said.

Dia menambahkan, KPU tidak berwenang menetapkan ketentuan syarat mencoblos berupa KTP saja. Sebab, seharusnya ada amandemen soal DPKTb.

Menurut Said, harusnya ada sanksi tegas kepada KPU tapi keputusan DKPP malah mengapresiasi KPU. “Jika begitu saya pastikan lima tahun depan, kelemahan KPU membuat DPT yang tidak berkualitas akan terjadi lagi,”paparnya. (trk/ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjalan melalui kerumunan rakyat Turki di jalan-jalan Istanbul, yang bergembira atas kegagalan upaya kudeta (16/7/2016). (Reuters / aljazeera.net)

Ketika Media-Media Barat ‘Bersepakat’ dalam Menanggapi Gagalnya Kudeta di Turki