Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Jangan Merendahkan Agama Demi Cinta

Jangan Merendahkan Agama Demi Cinta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Love, Cinta, Valentinedakwatuna.com Semoga kita semua adalah hamba-hamba yang mampu menjaga kesucian diri dengan menjunjung tinggi aturan cinta dengan konsep agama. Katakanlah (Muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Ali Imran: 31)

Sesungguhnya tak ingin lagi menulis tentang cinta, teramat sering menulis tentang cinta, cinta akan selalu berputar tentang berbagai rasa, dan sudah berjanji dalam jiwa suci ingin menghabiskan waktu berdedikasi merangkai kata beraroma motivasi meraih impian besar bukan tentang cinta lawan jenis.

Tapi cinta selalu mengelitik tangan untuk memaparkan makna cinta, menari-nari, dan selalu menarik pikiran untuk dituangkan dalam tulisan. Akhirnya harus kalah juga dengan cinta, sungguh cinta memiliki magic yang bisa melumpuhkan logika dan fisik. Bahkan cinta membangun mereka yang lemah menjadi perkasa di mata dunia.

Cinta melahirkan gagasan yang sangat seksi untuk dideskripsikan dalam tulisan agar mereka memahami arti cinta sesungguhnya. Bukan cinta yang sering ditemui di tempat keramaian, cinta yang mengumbar aurat, cinta yang merendahkan martabat pelakunya, cinta yang lupa dengan misi hidup, cinta yang menyalahkan aturan agama, dan cinta yang membuat orang mengelus dada.

Sungguh sangat disayangi atas nama cinta banyak manusia yang merendahkan agama baik di kalangan anak remaja, dewasa dan orang tua. Alasan mereka merendahkan agama sangat gamplang yaitu atas suka sama suka. Kita lihat saja bagaimana mereka merendahkan agama atas dasar cinta yang semakin hari sangat memperhatikan. Lihatlah Firman Allah “Jika kamu mempersekutukan (Rabbmu), niscaya akan hapuslah amalmu.” (QS. Az-Zumar: 65)

Atas dasar cinta mereka rela disentuh yang bukan mahramnya. Atas dasar cinta mereka rela melakukan zina. Atas dasar cinta mereka berselingkuh. Atas dasar cinta meraka rela mengabaikan aturan agama. Atas dasar cinta mereka rela meninggakanl ibadah wajib. Atas dasar cinta mengabaikan nasehat orang tua. Atas dasar cinta mereka rela berpindah keyakinan. Atas dasar cinta dengan ikhlas mengikuti bisikan-bisikan setan dan hawa nafsu.

Kita lihat juga bagaimana ujung dari mereka-mereka yang merendahkan agama dengan cinta. Apakah akan membawa keberkahaan atau sebaliknya awal dari azab yang tiada henti. Tentu membawa pada petaka!!! Cinta atas dasar nafsu takkan mendatangkan kebahagiaan dan ketenteraman di jiwa, kecuali kesengsaraan dan kehinaan yang berkepanjangan. Itulah janji Allah bagi mereka yang meremehkan agama ketika bercinta.

Duhai jiwa. Jika ia bukan hakmu. Bersabarlah atas segala kehendak Rabb mu. “Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk“. (QS. Al-Isra: 32).

Hakikatnya Allah sudah menjelaskan bagaimana cara kita mencintai dan dicintai. Cinta adalah Iman maka harus diungkapkan dengan lisan, diyakini di hati dan dibuktikan dengan tindakan tentu tindakan dengan aturan yang dijelaskan oleh Allah. Dengan menjaga kesucian cinta sehinga tidak ada pacaran sebelum menikah. Maka jangan kotori dirimu dengan cinta yang tak halal bagimu.

Bukan cinta tidak penting bagi hidup, cinta memang sangat dibutuhkan. Tapi yang dibutuhkan adalah cinta di atas pondasi agama, cinta yang menjadikan kita pribadi mulia, cinta yang membawa kita memahami tentang kehadiran Allah, dan cinta yang menjadikan kita manusia sebagai pembelajar sejati.

Seharusnya cinta membuat kita semakin dekat dengan Agama. Seharusnya cinta menjadikan kita pribadi yang diangkat derajatnya. Semoga kita menemui cinta yang bisa memuliakan kita dan menjaga kehormatan kita sehingga membawa kita dapat membawa kita menuju tepian hakiki, yakni surga yang mengalir sungai-sungai. Allahuma Aamin!!!

 

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar

Lihat Juga

Pernyataan Sikap PP IKADI Tentang Aksi Damai Mengawal Pendapat Dan Sikap Keagamaan MUI