Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Ternyata…

Ternyata…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Bagaimana kalau ternyata,
Perhatian yang sampai ke kamu hari ini adalah perhatian yang dulunya pernah dibagi olehnya kepada orang lain sebelum kamu…
Dan ternyata,
Kamu pun sebelum hari ini juga sudah terlalu banyak mendapatkan perhatian dari orang lain sebelum dia…

Bagaimana kalau ternyata,
Kalimat-kalimat manja yang hari ini membuatmu lemah-lunglai adalah kalimat yang seringkali pula digunakan olehnya untuk melemah-lunglaikan orang lain sebelum kamu…
Dan ternyata,
Kamu pun sebelum hari ini juga sudah terlalu sering dibuat lemah-lunglai oleh orang lain sebelum dia…

Bagaimana kalau ternyata,
Genggaman erat, hangat tangannya adalah genggaman yang pernah menghangatkan tangan orang lain sebelum kamu…
Dan ternyata,
Tanganmu pun sebelumnya juga sudah pernah digenggam erat lagi hangat oleh orang lain sebelum dia…

Bagaimana kalau ternyata,
Mata indah yang memandangmu adalah mata yang seringkali ia gunakan untuk memandang orang lain sebelum kamu…
Dan ternyata,
Kamu pun juga memiliki mata indah yang seringkali memandangi wajah sebelum dia…

Bagaimana kalau ternyata,
Senyum manisnya ke kamu adalah senyum serupa yang seringkali ia bagi kepada orang lain sebelum kamu…
Dan ternyata,
Senyum manismu juga sudah seringkali kamu bagi kepada orang lain sebelum dia…

Bagaimana kalau ternyata,
Rayuan mesra yang dia senandungkan kepadamu sore ini adalah serupa dengan yang seringkali ia senandungkan kepada orang lain sebelum kamu…
Dan ternyata,
Sebelum sore ini tiba kamu pun juga seringkali mendapatkan senandung serupa dari orang lain sebelum dia…

Bagaimana kalau ternyata,
Kasih sayang yang kamu banggakan dari dia adalah kasih sayang yang serupa dengan yang pernah dia bagi kepada orang lain sebelum kamu…
Dan ternyata,
Kamu pun juga sudah pernah merasakan kasih sayang serupa dari orang lain sebelum dia…

Bagaimana kalau ternyata,
Orang lain tersebut adalah mantan kekasihnya, haruskah kamu cemburu?
Dan ternyata kamu juga mantan kekasih orang lain, bolehkah dia cemburu?

Dan bagaimana jika kemudian dari tulang sulbi tersebut terlahir keturunan dari sepasang mantan kekasih orang lain?

Bagaimana kalau,
Apa yang kemudian kita bagi hanya kepada yang halal adalah sesuatu yang memang belum pernah terbagi kepada yang haram?
Bisa, kan?

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ale Ikhwan Jumali
Mahasiswa tingkat akhir di Universitas Gadjah Mada yang nyambi jadi merbot masjid dan wirausahawan. Suka tantangan dan hal baru.

Lihat Juga

Aku Terima Dia dan Dua Anaknya