Home / Berita / Daerah / Gubernur Sumbar Pantau Langsung Pelaksanaan BPJS di Daerah

Gubernur Sumbar Pantau Langsung Pelaksanaan BPJS di Daerah

Gubernur Sumbarmelakukan kunjungan  , Irwan Prayitno saat melakukan kunjungan di dua puskesmas yang ada di Pasaman Barat. Sabtu, 16/8/14.  (erwin fs)
Gubernur Sumbarmelakukan kunjungan , Irwan Prayitno saat melakukan kunjungan di dua puskesmas yang ada di Pasaman Barat. Sabtu, 16/8/14. (erwin fs)

dakwatuna.com – Pasaman Barat. Saat ini 74,3 persen masyarakat Sumbar telah memiliki kartu BPJS, namun belum semua masyarakat miskin yang terkover, padahal jumlahnya hanya berada dikisaran 8 persen.

Untuk mengetahui informasi di lapangan pelaksanaan program BPJS di Sumbar tersebut, Gubernur melakukan kunjungan langsung program nasional ini ke daerah. Seperti pada Sabtu(16/8/14) lalu, Gubernur melakukan kunjungan  di dua puskesmas yang ada di Pasaman Barat.

“Secara keseluruhan program BPJS  telah berjalan dengan lancar, namun ada beberapa  hal yang perlu disempurnakan. Contohnya masih ada masyarakat yang belum memiliki kartu BPJS, sehingga saat berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit mereka harus  membayar,” unbkap Gubernur Irwan Prayitno.

Menurutnya, padahal  target utama  untuk mendapatkan kartu BPJS adalah masyarakat miskin dan kurang mampu. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Bupati Pasaman Barat  bakal mengumpulkan kepala jorong dan nagari yang ada  untuk mengetahui siapa yang belum mendapatkan kartu BPJS tersebut.

“Setelah dilakukan pendataan nantinya, pendaftaran tahun depan mereka akan dapat bantuan kartu BPJS, melalui APBD Provinsi dan kabupaten untuk kartu BPJS. Untuk tahun berjalan guna keperluan berobat, dibayarkan preminya dengan dana Baperzakat, hingga akhir Desember. Hal ini untuk mempermudah masyarakat dalam pembayaran ke Rumah sakit dengan telah adanya kartu BPJS,” ungkapnya.

Minimnya dokter umum dan dokter spesialis yang ada di daerah terpencil, juga menjadi perhatian Gubernur dalam kunjungan tersebut. Untuk itu, Provinsi akan membuka pengumuman penerimaan dokter untuk kontrak ditempatkan di daerah terpencil. “ Dengan demikian, ada peluang untuk melengkapi dokter yang ditempatkan di daerah. Kalau untuk tenaga kesehatan  seperti bidan dan perawat telah banyak, tinggal bupati dan walikota melakukan mekanisme untuk penerimaan buat mereka,”paparnya.

Sementara itu, kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Dr. Hj. Rosnini Savitri mengungkapkan jika sekarang Provinsi telah lakukan kerjasama dengan BPJS, dan telah 73 persen lebih penduduk Sumbar yang diayomi. “Untuk masyarakat miskin juga telah hampir 50 persen yang didanai dari APBN dan APBD,” ujarnya.

Namun Rosnini menyebutkan, pada kunjungan ke beberapa puskesmas yang  ada di Pasaman Barat, Puskesmas Suko Mananti dan Aia Bangih berdasarkan keterangan pimpinan puskesmas, masih ada masyarakat miskin yang tidak mempunyai kartu BPJS. “Untuk itu kalau yang miskin disalurkan melalui Bazis kabupaten/ kota dan Provinsi. Untuk yang mandiri, dicarikan solusi bagaimana agar bisa menjadi peserta dengan biaya sendiri. Dengan tahapan mengajak masyarakat untuk mandiri, ini sebagai sulusi agar mereka ikut Dallam JKN,” bebernya.

Lebih lanjut ditambahkan, meskipun untuk tenaga kesehatan di Sumbar jumlahnya telah mencukupi, tetapi masalah kekurangan tenaga dokter masih terjadi di daerah. Jika kota Padang telah sangat berlebih, namun di Pasaman Barat masih ada beberapa jenis-jenis profesi dokter yang kurang.

“Gubernur telah mengambil kebijakan melalui APBD provinsi untuk mengangkat dokter atau dokter gigi PTT untuk mengisi kekurangan tersebut. Meskipun untuk daerah yang terpencil  dan sangat terpencil, itu sudah menjadi programnya kementerian kesehatan. Namun bagi daerah yang biasa, sesuai dengan arahan Gubernur kita  mencoba memberikan kesempatan pada tahun 2015 untuk Dokter PTT menempati daerah tertentu yang membutuhkan,” pungkasnya. (erwin fs/hms/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Bahas Kondisi Kemanusiaan Palestina, KNRP Temui Tiga Gubernur