Home / Berita / Nasional / Status Tak Jelas, Karyawan Merpati: Tinggal Pilih Suntik Hidup atau Mati

Status Tak Jelas, Karyawan Merpati: Tinggal Pilih Suntik Hidup atau Mati

Ratusan karyawan maskapai Merpati saat mendatangi Kementerian BUMN. (viva.co.id)
Ratusan karyawan maskapai Merpati saat mendatangi Kementerian BUMN. (viva.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta Karyawan PT. Merpati Nusantara Airlines menyerahkan pilihan untuk mau atau tidak menyehatkan maskapai ini kepada para pemegang saham. Namun hak-hak normatif karyawan segera dipenuhi.

Ketua Umum Serikat Karyawan Merpati, Purwanto melihat karyawan tidak punya wewenang memutuskan nasib utang Merpati. Karyawan hanya menuntut pemerintah segera mengalokasikan dana  untuk membayar tunggakan gaji dan THR selama delapan bulan terakhir.

“Jadi mau di suntik dana atau tidak, itu urusan komisaris. Kan tinggal pilih mau suntik hidup atau suntik mati,” kata Purwanto, Senin (18/8).

Apabila pilihannya suntik hidup, maka Merpati harus siap menggaji kembali karyawan setelah tunggakan terlebih dahulu dibayarkan. Sedangkan suntik mati, artinya Merpati harus menyiapkan dana membayar pesangon karyawan.

Status mayoritas karyawan Merpati dikatakan tidak jelas. Hal ini sedikit banyak berpengaruh pada karyawan yang ingin bekerja pada institusi lain.

Sebelumnya Menteri BUMN, Dahlan Iskan menyatakan penolakan untuk menyuntik dana guna membayar utang Merpati. Suntikan dana dianggap tidak akan kembali membuat Maskapai ini sehat. Utang Merpati saat ini menembus Rp 7,9 triliun dengan akumulasi rugi sekitar Rp 7,2 triliun.  (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Diskusi staff STEI SEBI dengan Tomi Satryatama, produser film Ketika Mas Gagah Pergi. (Fajriyah/STEI SEBI)

Langkah Mudah Crowdfunding