Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Memupuk Kembali Rindu yang Hilang

Memupuk Kembali Rindu yang Hilang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (pojokherba.blogspot.com)
Ilustrasi. (pojokherba.blogspot.com)

dakwatuna.com Berjalan-jalan keluar rumah, kampung, kota adalah pilihan yang tepat buat Anda yang sedang merasa bosan, kesepian, jengah, bete, di rumah.

Tempat yang bertahun-tahun kita huni rasanya tidak memikat lagi untuk merasa sangat nyaman di dalamnya, atau mungkin sangat rindu.
Terlebih lagi pada pengangguran, rasa suntuk kian menggebu-gebu saat kita terus berdiam diri di rumah, hanya bangun, mandi, nonton tv, makan, tidur lagi, bangun dan seterusnya. Pola hidup demikianlah yang membuat jenuh orang-orang ketika berada di rumah. Padahal rumah seharusnya adalah tempat yang paling kita rindukan, tempat yang membuat kita ingin cepat-cepat pulang, tempat yang.. ah sekedar untuk kita bermanja-manja dengan keluarga.

Tetapi, fungsi rumah itu hilang tatkala kita tidak beranjak dari sana. Layaknya kesehatan, ia baru sangat berarti bila kita kehilangannya, pun dengan rumah, ia baru terasa sangat merindukan bila kita meninggalkannya.

Saya pernah menjadi pengangguran, yaitu ketika lulus SMA dan libur panjang beberapa bulan sampai menunggu masuknya kuliah, tanpa aktivitas rutin seperti sekolah, kebanyakan waktu dihabiskan di rumah, suasana itu membuat bosan, dan hilanglah fungsi rumah sebagai obat peneduh rindu.

Tetapi setelah kuliah dan merantau, momen-momen hari menjelang pulang kampung menjadi momen yang beresensi. Rasa berdebar-debar, kangen, rindu bercampur menjadi satu. Di situlah fungsi rumah menemukan muaranya, beresensi ria menyambut pemiliknya.

Pernah tahu apa perbedaan home dan house? Kalau house adalah bangunan tempat kita tinggal, kalau home adalah apapun yang membuat kita nyaman ketika berada/tinggal di sana. Bukankah fungsi rumah memang demikian?

Baik, yang ingin saya sampaikan adalah terlalu lama berdiam diri di rumah itu kurang baik. Cobalah untuk keluar rumah, berjalan di waktu subuh, berkelana di siang hari, bertamasya di sore hari, dan bertafakkur di malam hari. Kunjungilah jalan-jalan raya, pusat-pusat keramaian, pasar, dll maka saat kembali ke rumah selepas aktivitas padat tersebut, engkau akan jadikan rumah sebagai pelabuhan terindahmu, singgasana ternyamanmu.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Elmo Juanara
Mahasiswa semester awal, sedang mempelajari disiplin ilmu teknik industri disalah satu perguruan tinggi negeri di kota Malang. Aktif di LDK, UKM, dan di kampus.

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Rumah Impian