Home / Berita / Internasional / Asia / Organisasi HAM Internasional Suarakan Pembentukan Tim Pencari Fakta Kejahatan As-Sisi

Organisasi HAM Internasional Suarakan Pembentukan Tim Pencari Fakta Kejahatan As-Sisi

Human Rights Watch (islammemo.cc)
Human Rights Watch (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Mesir. Organisasi penegakan HAM internasional, Human Rights Watch (HRW), mengimbau masyarakat dunia untuk mendorong pembentukan tim pencari fakta internasional yang akan mengusut kejahatan-kejahatan HAM di Mesir yang dilakukan Abdul Fatah As-Sisi dan pimpinan militer Mesir lainnya sejak kudeta militer terhadap Presiden Muhammad Mursi.

Salah seorang aktivis HRW, Umar Al-Syakir, sebagaimana diberitakan Islam Memo (16/8/2014), menyatakan bahwa HRW menuntut rezim berkuasa di Mesir untuk tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan dalam menghadapi aksi-aksi unjuk rasa, serta tidak menggunakan senjata api dalam merespons aksi-aksi unjuk rasa damai.

HRW juga menuntut rezim berkuasa untuk segera mengumumkan hasil investigasi tim pencari fakta seputar tragedi berdarah pembubaran aksi unjuk rasa di Medan Rabiah Al-Adawiyah.

Syakir menjelaskan bahwa HRW mengimbau masyarakat internasional untuk mendorong dibentuknya tim pencari fakta internasional seputar kejahatan-kejahatan yang dilakukan rezim militer dalam tragedi tersebut dan menyeret petinggi militer ke hadapan mahkamah internasional.

Patut dicatat, pembubaran paksa aksi unjuk rasa damai mendukung Presiden Mursi di Medan Rabiah Al-Adawiyah pada 14 Agustus 2013 silam telah mengakibatkan ratusan warga Mesir tewas dan ribuan lainnya menderita luka-luka. Dalam aksi pembubaran tersebut, aparat kepolisian yang di-back up oleh militer menggunakan peluru tajam dan persenjataan militer lainnya. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri