Home / Berita / Internasional / Asia / Pasca Kerusuhan, Turki Kembalikan Pengungsi Suriah ke Kamp-kamp Pengungsian

Pasca Kerusuhan, Turki Kembalikan Pengungsi Suriah ke Kamp-kamp Pengungsian

Walikota Gaziantep, Fatma Şahin (Yeni Safak)
Walikota Gaziantep, Fatma Şahin (Yeni Safak)

dakwatuna.com – Gaziantep. Pasca terjadinya kerusuhan di kota Gaziantep awal pekan ini, kepolisian kota memutuskan untuk mengembalikan para pengungsi Suriah yang berada di kota ini ke beberapa kamp pengungsian di kota wilayah Mardin dan Sanli Urfa.

Seperti dilansir Yeni Safak, Jumat (15/8/2014) kemarin, walikota Gaziantep, Fatma Şahin, mengatakan bahwa kantor walikota yang akan mengurus pembangunan kamp pengungsian baru yang mempunyai kemampuan menampung 25 ribu orang pengungsi. Luas wilayah yang akan dibangun itu mencapai 500 ribu meter persegi. Proses pembangunannya akan selesai pada akhir bulan ini.

Şahin sangat menyesalkan terjadinya kerusuhan tersebut. Pemerintah, menurutnya, akan menyelesaikan persoalan ini semaksimal mungkin. Hal itu karena pemerintah meyakini bahwa penduduk Turki juga pasti merasa terpengaruh kehidupan sehari-harinya dengan kehadiran para pengungsi, namun demikian semuanya penduduk hendaknya mengedepankan sikap sabar.

Menurut Şahin, memang banyak pengungsi Suriah yang belum bisa menyesuaikan diri hidup di kota ini. Oleh karena itu pemerintah memutuskan untuk mengembalikan mereka ke kamp pengungsian. Tempat mereka akan selesai disiapkan pada akhir bulan ini.

Kerusuhan di kota Gaziantep berawal dari peristiwa meninggalnya seorang penduduk Turki karena ditusuk oleh pengungsi Suriah yang mengontrak rumahnya. Peristiwa itu akhirnya menyulut kerusuhan antara warga Turki dan pengungsi Suriah. Puluhan orang dari kedua belah pihak ditangkap pasca peristiwa ini. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Lebih dari 52 Ribu Warga Mengungsi, Kondisi Warga yang Masih di Mosul Mengkhawatirkan