Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Mencari Hakikat Cinta-Nya

Mencari Hakikat Cinta-Nya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (blogspot)
Ilustrasi (blogspot)

dakwatuna.com Berawal dari lima huruf yang mudah terucap, kata “CINTA”. Begitu banyak orang membicarakan cinta dan tak ada habis-habisnya. Begitu sangat spesialnya kata cinta itu. Begitu luar biasa hebatnya kata cinta. Hingga dapat mengubah seseorang dalam sekejap mata.

Begitupun keberadaan alam ini, akan berubah dalam hitungan detik saja. Lihatlah, pengorbanan nabi Ibrahim saat akan memenggal anaknya, Ismail. Dalam hitungan sepersekian detik kesedihan yang mendalam berubah menjadi kebahagiaan yang tiada tara. Begitu pula, saat sang mentari akan terbit dan terbenam, meninggalkan jutaan pesan dan kesan pada penduduk bumi. Namun, apa itu cinta? Terbersit pertanyaan yang datang dari lamunan. Menyelimuti kesendirian dalam sunyinya sepenggal malam. Tanpa disadari, sebatang pena kecil turut menorehkan tintanya. Dalam menguraikan kata cinta, jiwa bersama hati bergelut di dalamnya. Kekuatan yang tak terduga pun datang silih berganti. Hanya saja, akal terbaring tak berdaya. Jiwa dan tubuh lemas terkulai tak terasa dan tak kuasa merasakan getarannya.

Banyak orang mengaku merasakan adanya cinta. Rasa mencintai dan dicintai. Tak pandang tua ataupun muda, laki-laki maupun perempuan, dewasa hingga balita sekali pun. Cinta akan setia menyelimuti mereka. Namun bagiku, cinta anak-anaklah yang begitu mengesankan. Jiwa mereka polos, tapi sudah terlibat langsung dalam kata cinta. Tawa dan candanya merasuk dalam qalbu sang pemerhati. Cinta terhadap pasangan hidup, cinta ibu terhadap anaknya, juga yang tak kalah penting adalah cinta seorang hamba kepada Rabbnya. Semuanya dijadikan terasa indah dan menyejukkan. Tapi siapakah yang dapat mendefinisikan makna cinta yang sebenarnya? Walaupun coretan pena ini tak pernah lelah untuk menorehkan tintanya. Pertanyaan itu masih tetap merasuk dalam dada.

Semakin keras ku mencari, semakin sakit pula ku berpikir. Tak kudapatkan satupun arti kata cinta. Sulit bagiku untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Karena cinta tak hanya sebuah ucapan, juga tak dapat dijangkau dengan kalimat serta sulit untuk diraba. Seorang ‘alim pun mencoba mendefinisikan cinta, “Cinta tidak dapat didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan sesuatu melainkan menambah kabur dan tidak jelas, sehingga definisinya adalah adanya cinta itu sendiri”. Jelaslah dalam hal ini, cinta sendirilah yang mampu menerangkan arti cinta dan percintaan. Namun yang jelas kupahami adalah cinta takkan ada tanpa adanya yang Maha Pemilik dan Pencipta cinta hakiki.

Cinta datang tanpa disadari. Ia bagai sebuah misteri dalam hidup. Manusia pun tak dapat memilih ataupun meminta. Ketika ia datang, membuat hati kebanyakan manusia menjadi gundah. Yang pada akhirnya dapat berujung pada kebahagiaan atau pun pada kesedihan. Saat cinta telah tertanam kuat, tak akan ada yang mampu mencabutnya. Nilainya tidak terbatas dengan angka-angka. Walau guyuran air mata meneteskan segalanya. Cinta akan selalu tumbuh dan ada dalam diri seseorang, selama cinta itu terpelihara dan melekat dalam jiwa sang pemilik cinta. Semoga cinta hakiki senantiasa hadir dalam diri kita dan kita berhasil meraihnya. Hingga pada akhir batas waktu pertemuan kita di dunia, kekekalan cinta akan hadir kembali saat bertemu dengan Zat pemilik cinta yang sejati, yaitu Allah Subhannahu wa ta’ala. Amiiin..

 

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ayatullah Zein
Bapak dari seorang putra yang terus menjadi pembelajar sejati, pendidik dan edupreneur. Alumnus S2 Pendidikan Bahasa UNJ. Aktif mengajar di kampus negeri dan swasta sekitar Jakarta - Bekasi. Mengisi pelatihan dan kajian bertajuk pendidikan, wirausaha serta kepemimpinan.

Lihat Juga

Memaknai Hakikat Rezeki