Home / Berita / Internasional / Asia / Warga Palestina Kembali ke Rumah, Temukan Tinja Berserakan dan Grafiti Kebencian dari Pasukan Israel

Warga Palestina Kembali ke Rumah, Temukan Tinja Berserakan dan Grafiti Kebencian dari Pasukan Israel

Beberapa grafiti yang ditemukan Ahmad Owedat saat kembali ke rumahnya di kota Burij. (The Guardian / Harriet Sherwood)
Beberapa grafiti yang ditemukan Ahmad Owedat saat kembali ke rumahnya di kota Burij. (The Guardian / Harriet Sherwood)

dakwatuna.com – Ketika Ahmad Owedat kembali ke rumahnya, 18 hari setelah tentara Israel mengambil alih di tengah malam, dia disambut dengan bau yang sangat menyengat.

Dia mengambil barang rongsokan miliknya yang dilempar dari jendela lantai atas menemukan bahwa pasukan telah pergi dan meninggalkan pesan. Di antaranya berasal dari tumpukan tinja di lantai ubinnya dan dalam keranjang sampah, serta botol plastik yang diisi dengan air kencing.

Jika pesan tersebut kurang cukup jelas, kata-kata “Fuck Hamas” telah diukir ke dinding beton di tangga. “Burn Gaza down” dan “Good Arab = dead Arab” juga diukir di atas meja kopi. Lambang bintang David digambarkan berwarna biru di kamar tidur.

“Saya telah menggosok lantai tiga kali hari ini dan tiga kali kemarin,” kata Owedat, 52 tahun, sambil mengamati kerusakan, termasuk 4 televisi, kulkas, jam, dan beberapa komputer dilempar ke luar dari jendela, tirai dirobek, dan beberapa perabot yang dirusak.

Sejumlah kursi plastik dirobek hingga terbuka di bagian dudukannya, di mana para pasukan membuang air besar, katanya. Lubang menganga terdapat di empat dinding ke luar pada lantai dasar, dan ada kerusakan akibat tembakan lantai atas.

“Saya tidak punya uang untuk memperbaiki ini,” katanya. Dia juga mengatakan tabungannya sebesar 10.000 $ hilang dari apartemennya.

Gambaran serupa ditemukan di sekolah perempuan di Beit Hanoun, yang diambil alih oleh IDF saat operasi darat. Pecahan kaca dan puing-puing berserakan di lantai dan tangga. Meja tertutupi sisa-sisa sampah yang ditinggalkan oleh pasukan penjajah, seperti roti kering, kaleng kosong, zaitun kering, kaleng minuman energi, dan selongsong peluru. Lalat berdengung di sekitar makanan yang membusuk.

Di sini juga, kata penjaga sekolah, Fayez, yang tidak ingin memberikan nama lengkapnya, tentara buang air besar di tempat sampah dan kotak kardus, dan kencing di botol air. Di papan tulis ditemukan tulisan dari pasukan penjajah, “You will be fucked here” dan “Don’t forget it’s time for you to die”, ditulis dengan kapur dalam bahasa Inggris.

Di lokasi ini, Hamas telah menyerang kembali. Setelah pasukan penjajah ditarik, grafiti balasan disemprotkan ke dinding dengan tulisan, “Qassam’s army will crush you – dogs” dan “Israel will be defeated”.

Para pekerja mulai membersihkan secara maraton pekan ini, kata Fayez. “Ini akan memakan waktu setidaknya satu bulan untuk memperbaiki”. Tahun akademik baru akan dimulai setidaknya dalam 2 pekan. (The Guardian / dakwatuna / hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 8,73 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Palestina oleh LDK SSP STEI SEBI yang berlokasi di Car Free Day, Jakarta. Ahad (27/11/2016).  (Ahmad Jundi Taqiyuddin/LDK SSP STEI SEBI)

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta

Organization