Home / Pemuda / Puisi dan Syair / “Terima Kasih, Israel”

“Terima Kasih, Israel”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Pagi tidak pernah terlalu dini
Bagi sebuah negara yang kebebasannya dicuri
Bahkan saat azan subuh belum terdengar
Namun masjid kami telah habis terbakar
Sementara rumah kami bersisakan reruntuhan
Serta sekolah kami yang kini tinggal kenangan

Terima kasih, Israel
Berkat kalian, kami belajar ketabahan
Tentang kehilangan yang disambut senyuman
Tentang kehancuran yang disambut keikhlasan
Tentang syahidnya ayah, ibu, adik, dan kakak kami
Yang kalian sebut sebagai teroris
Yang sebenarnya membuat kalian ketakutan

Terima kasih, Israel
Berkat kalian, kami berlomba-lomba dalam jihad
Ketakutan seakan menjadi kosakata yang tak lagi kami kenal
Kematian menjadi sahabat karib yang selalu setia menanti
Dan rasa syukur, tak pernah luput barang sejenak
Ayat-ayat firman-Nya yang telah kami hafal menjadi penyejuk
Saat ketakutan kalian meluap menjelma menjadi serangan tiada henti

Namun, mungkin kalian lupa
Bahwa pemberani itu bukan mereka yang menyerang orang-orang lemah
Pemberani adalah mereka yang menyerang orang-orang bersenjata
Pemberani adalah mereka yang tidak takut mati untuk membela agama-Nya
Pemberani adalah mereka yang bersenjata kerikil untuk melawan mesin-mesin pembunuh
Bukan, pemberani itu bukan yang membunuh wanita dan anak-anak
Karena pemberani tidak akan menyerang yang lemah tanpa perlawanan

Terima kasih, Israel
Mungkin kalian harus belajar dari kami—pemberani yang sebenarnya kalian takuti

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (250 votes, average: 9,18 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Fadlillah Octa Noviari
Mahasiswi Sastra Indonesia di Universitas Indonesia. Seorang peramu aksara yang masih terus belajar untuk dapat meracik buah pikiran menjadi serangkaian aksara yang bermanfaat.

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Palestina oleh LDK SSP STEI SEBI yang berlokasi di Car Free Day, Jakarta. Ahad (27/11/2016).  (Ahmad Jundi Taqiyuddin/LDK SSP STEI SEBI)

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta