Home / Berita / Internasional / Eropa / Baroness Sayeeda Warsi; Heboh Saat Menjadi Menteri, Heboh Saat Mengundurkan Diri

Baroness Sayeeda Warsi; Heboh Saat Menjadi Menteri, Heboh Saat Mengundurkan Diri

Baroness Sayeeda Warsi (blogs.telegraph.co.uk)
Baroness Sayeeda Warsi (blogs.telegraph.co.uk)

dakwatuna.com – London. Inggris heboh saat Baronness Sayeda Warsi memasuki pemerintahan di Inggris dengan pakaian khas Pakistan tahun 2010 yang silam. Hampir dengan kehebohan yang sama, Warsi keluar dari pemerintahan pada 5 Agustus 2014 yang lalu. Bedanya adalah dunia twitter yang dihebohkan kali ini.

“Dengan penuh kekecewaan, aku ajukan surat pengunduran diriku kepada perdana menteri pagi ini. Aku tak sanggup lagi mendukung kebijakan pemerintah dalam masalah Gaza,” demikian tulisnya. Tweet ini langsung disambut oleh para pengguna akun jejering sosial ini. lebih dari 32 ribu retweet dalam waktu kurang dari satu hari.

Dalam surat pengunduran diri yang diajukannya kepada perdana menteri, Muslimah Inggris keturunan Kashmir ini mengatakan bahwa kebijakan negara dalam masalah Gaza tidak mungkin didukung secara moral. Kebijakan ini juga sama sekali tidak mendukung kepentingan negara. Bahkan akan membuat citra Inggris terpuruk secara internasional.

Kebijakan pemerintah kali ini, menurutnya, bertentangan dengan nilai-nilai Inggris dalam sejarah panjangnya yang selalu membela keadilan internasional. Ungkapnya, mengundurkan diri sebenarnya merupakan keputusan yang sangat sulit. Apalagi dirinya telah berkontribusi kepada Inggris selama 4 tahun dalam pemerintahan bayangan, dan 4 tahun dalam pemerintahan berkuasa saat ini.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Warsi juga mengatakan bahwa pemerintah Inggris harus bersikap lebih terbuka dalam masalah Gaza. Kenapa setelah 4 pekan pembantaian Israel di Gaza, Inggris sama sekali tidak mengeluarkan pernyataan mengecam. Sikap Inggris yang seperti ini bisa memotivasi anak-anak muda untuk memilih alternatif gerakan-gerakan radikal. Menurutnya, ini bukan pendapat pribadi, tapi sudah terbukti dalam banyak kasus.

Pengunduran diri Warsi menutup lembaran sejarah wanita Muslimah pertama yang menjadi seorang menteri di Inggris. Warsi dilahirkan di Dewsbury, Yorkshire Barat, Inggris Utara. Ayahnya adalah seorang buruh di pabrik, dan berjuang sehingga akhirnya menjadi seorang pengusaha sukses.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di fakultas hukum Universitas Leeds, Warsi berkarir sebagai seorang pengacara. Kemudian terjun dalam dunia politik hingga mendapat gelar Baroness pada tahun 2007. Ibu 5 anak ini menduduki beberapa jabatan dalam pemerintahan bayangan. Akhirnya menjadi seorang menteri negara dalam pemerintahan berkuasa pada tahun 2010. (msa/dakwatuna/alhayat)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Pelaku Politik Uang Kini Bisa Dipidana