Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Mereka Mencari Kematian, Palestine Tomorrow Will Be Free

Mereka Mencari Kematian, Palestine Tomorrow Will Be Free

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Pertolongan Dan Kemenangan Itu Datangnya Dari Allah Maka Pujilah Dia. “Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal” (QS.Ali-Imran: 160).

Suasana dingin perdesaan memotivasi untuk menulis gejolak yang terjadi di tanah Arab khususnya di Palestina dan hampir sebulan negeri palestina dihujani bom. Ini bukan untuk pertama kali, palestina mendapat serangan seperti itu, sudah teramat sering. Rasanya tidak tega untuk membayangkan bagaimana kepiluan masyarakat palestina seperti tulisan yang dipaparkan di web Pkspiyungan.org, meskipun kita melihat merasa pilu tetapi masyarakat palestina tidak pernah merasakan itu adalah bagian dari kepiluan melainkan panggilan suci, seakan-akan ketika mendeskripsi tentang palestina, aroma darah-darah mengeliling tempat duduk, tangisan anak kecil yang berkicau dan suara-suara mengecam di mana-mana.

Semakin indah menulis kisah tanah para nabi semakin terbawa suasana dan masih tetap teringat dengan teriakan ibu-ibu yang berduka melepas kepergian anak-anak mereka yang sedangkan bermain di pinggir pantai, teringat juga dengan teriakan pemuda Palestina melafazkan “Allahu Akbar-Allahu Akbar- Allahu Akbar” (Takbir Panjang) dan lebih memilu lagi ketika bulan Ramadhan lalu mereka dibombardir roket dari darat maupun udara sedangkan kami di sini begitu nyaman menjalankan ibadah puasa. Terkadang dengan kondisi penuh kenyamanaan kami masih lalai untuk mendekati diri pada-Nya dan tidak mensyukuri nikmat-Nya.

Kami sangat berbeda dengan kalian semua, kalian mencari kematian, kalian berbondong untuk mati syahid demi menjaga tanah palestina, tetap melingkar melantunkan ayat Al-Quran dan selalu semangat menjaga Al-Aqsha sedangkan kami sibuk dengan hedonisme dunia yang tiada habis-habisnya. Lihat saja kami lebih memburu sale, memburu diskon sehingga rasionalitas memandang dunia sudah entah kemana dan bahkan menyumbang donasi untuk kalian masih hitung-hitungan. Allah kuatkan mereka karena mereka adalah garda terutama yang menjaga masjid yang memiliki historical yang tinggi bagi peradaban Islam, tempat para nabi pilihan dilahirkan dan tanah tempat berjihad.
Meskipun seluruh dunia sudah menghujat, mengharap kebiadaan Israel dihentikan tetapi kaum Israel begitu sombong menolak. Seakan-akan tentara Israel lebih kejam dari Hitler karena telah membabi buta. Bahkan politikus cantik Israel menghimbau perdana menteri Benjamin Netanyahu untuk membunuh seluruh ibu, anak-anak palestina dengan memborbardir jalur Gaza. Laknatullah Israel… Laknatullah Israel… Laknatullah Israel…

Mungkin mereka beranggapan bahwa senjata mereka miliki mampu menciutkan nyali masyarakat Palestina maupun tentara Izzuddin Al-Qassam tapi itu salah!!! Bahkan tidak membuat mereka bergeming sedikit pun, setiap senjata Israel meledak di Palestina mengalir panggilan suci untuk syahid, tersenyum dan membela dengan segala cara.

Hanya mereka yang mengenal Allah, hanya mereka yang dekat dengan Allah, hanya yang mengetahui keutamaan mati syahid yang berani mencari mati dan menghiraukan panggilan suci. Seperti dijelaskan salah seorang ustad dalam sebuah kajian bahwa orang yang mati syahid akan diampuni seluruh dosanya, sekalipun ia melakukan dosa besar dan Insya Allah akan langsung masuk surga. Itulah motivasi terbesar tentara Izzuddin Al-Qassam tetap semangat, tidak pernah lelah, dan selalu memperjuangkan tanah mereka.

Wahai masyarakat Palestina, kalian tidak sendirian meskipun PBB diam, meskipun Uni Eropa dan Emirat Arab tidak bergerak dengan nyata. Ini bukan lagi soal masalah agama tapi masalah kemanusiaan, di mana Negara Barat yang mengagungkan HAM? Di mana Negara Barat yang mengagungkan demokrasi? Kemana mereka semua, apakah mereka hanya berani berbicara HAM jika terjadi di Negara Amerika, Eropa dan Israel!!! Meskipun organisasi tersebut diam dan begitu lamban bertindak. Insya Allah seluruh masyarakat Islam di dunia mendoakan kalian, memikirkan kalian, dan terus berusaha bagaimana bisa memberi misi kemanusiaan. Percayalah kami tidak akan membiarkan kalian sendiri menjaga tanah palestina dan menjaga masjid Al-Aqsha.

Wahai Palestina… jangan bersedih, Allah selalu bersama orang-orang semangat, bersama orang-orang sabar, bersama orang-orang selalu berdoa. Seperti kisah musa “Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-A’raaf: 128). Kami yakin kalian (masyarakat Pelestina) dan tentara Izzuddin Al-Qassam adalah tentara Allah yang kuat, gagah dan berwibawa karena terlihat bahwa cita-cita kalian adalah syahid hingga zionis kalah. Lihat kami di sini (Indonesia, Malayasia, Inggris, Perancis, Korea dan seluruh dunia) selalu melakukan aksi mengecam Israel dan mengetuk hati organisasi dunia untuk segera bertindak.

Ya Allah… Limpahkan keberkahaan Engkau pada Pelestina yang tidak pernah diduga. Allah, lindungi mereka dan jangan pernah bolak-balikkan hati mereka untuk ragu memperjuangkan tanah Palestina. “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Faatihah: 5). Lahirkan para generasi yang pemberani, generasi siap bertarung untuk panggilan suci, generasi setia menjaga tanah penuh keistimewaan itu.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 7,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar

Lihat Juga

Bila Esok Meninggal