Home / Berita / Internasional / Asia / Erdogan Dituduh Lebih Memperhatikan Gaza Daripada Bangsa Sendiri

Erdogan Dituduh Lebih Memperhatikan Gaza Daripada Bangsa Sendiri

Para pengungsi Turkmen di Irak (Anadolu)
Para pengungsi Turkmen di Irak (Anadolu)

dakwatuna.com – Ankara. Perdana menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan tidak membeda-bedakan orang berdasarkan agama, aliran, bahasa, warna kulit, atau etnis yang terzhalimi. Pemerintahannya memperhatikan bangsa Turkmen sama seperti perhatiannya kepada Gaza.

Seperti diberitakan Anadolu, Rabu (6/8/2014), bahwa pernyataan itu disampaikan Erdogan untuk membantah kelompok oposisi yang menuduh pemerintahannya lebih memberi perhatian kepada rakyat Gaza daripada nasib bangsa Turkmen di Suriah dan Irak.

Erdogan juga mengatakan, “Banyak saudara kita dibunuhi di Irak, Suriah, Palestina, Ukraina (Tatar Krimea). Ada yang terbunuh karena perang sesama mereka, dan ada juga yang terjebak dalam sengketa pihak lain. Walaupun banyak terjadi perkembangan buruk di kawasan ini, tapi Turki dapat menjaga stabilitas keamanannya sehingga bisa terus menjalankan pembangunan. Seperti tercatat dalam sejarah, Turki tidak mau terjebak dalam konflik sesama saudara. Turki hanya akan membela kebenaran dan keadilan.”

Sementara itu, juru bicara Front Turkmen Irak, Ali Mahdi, mengatakan bahwa front telah mendirikan kamp pengungsian bagi para pengungsi Turkmen di kota Kirkuk, Irak. Kamp itu didirikan bekerja sama dengan lembaga penanggulangan krisis dan bencana (AFAD) yang berada di bawah kendali kantor perdana menteri Turki. Akibat gejolak politik yang melanda Irak, banyak warga Turkmen yang banyak berada di bagan utara Irak terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan menjadi pengungsi. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Erdogan Kembali Kecam As-Sisi, Hubungan Mesir-Turki Kian Menegang