Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Maafkan Kami Ya Palestina

Maafkan Kami Ya Palestina

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (shoorabad.deviantart.com)
Ilustrasi. (shoorabad.deviantart.com)

dakwatuna.com

Ketika Idul Fitri menjelang tiba
Senandung takbir bergema di angkasa raya
Menyambut satu syawal dengan suka cita
Sebagai tanda kembali pada fitrah yang indah

Namun suasana berbeda terjadi di Palestina
Gaza kembali merana dan berduka
Tidak ada gema takbir yang membahana
Yang ada gempuran rudal zionis laknatullah

Maafkan kami ya Palestina
Di saat kami masih bisa ke lapangan bersama-sama
Guna sholat Ied dengan tenang dan penuh suka cita
Namun rakyatmu melaksanakan shalat di masjid yang sudah porak poranda
Dalam suasana yang mencekam dan menyesakkan dada.

Maafkan kami wahai Palestina
Kami masih bisa menyantap hidangan lebaran dengan lahap
Namun kami tidak tahu apakah saudara kami di Palestina masih ada yang akan disantap
Kami masih bisa tidur dengan nyenyak dengan kerabat
Apakah saudara kami di Palestina masih bisa memejamkan mata walau hanya sekejap

Maafkan kami ya Palestina
Bukannya kami berdiam diri
Bukannya kami tidak beraksi
Melihat tindakan keji
Luburan darah dari bangsa Yahudi
Namun kami tidak bisa menghentikan gempuran rudal zionis
Menghapus air mata saudara kami yang menangis
Yang kami bisa hanya berteriak dengan lantang pada dunia
Atau berbisik dalam hati agar kebiadaban ini berakhir sudah

Maafkan kami ya Palestina
Di saat pasukan Al-Qasammu mengangkat senjata
Menghadapi kezhaliman yang nyata
Kami hanya sangup mengangkat tangan
Berdoa pada yang Maha Kuasa agar Palestina tetap Berjaya

Maafkan kami wahai Palestina
Ketika rakyatmu berjuang dengan jiwa dan raga
Menghadapi tentara Yahudi laknatullah
Kami hanya sangup berjuang dengan sedikit harta
Untuk dapat meringankan beban saudara di sana.

Maafkan kami wahai Palestina
Ketika rakyatmu berlari mengejar kematian menjadi syuhada
Menyuburkan tanah Gaza dengan linangan darah
Sementara kami masih takut dan lari dari kematian yang jelas ada
Karena kesalahan dan dosa yang mengisi dada.

Maafkan kami wahai Palestina
Ketika orang tua Palestina menangis gembira
Melepas kepergian anaknya sebagai syuhada menuju surga
Maka kami hanya bisa menyaksikan melalui layar kaca
Dengan mata yang berkaca-kaca menyaksikan suasana yang mempesona

Ya Allah, bantulah perjuangan saudara kami di Palestina
Menghancurkan pasukan zionis Israel yang telah menumpahkan darah
Berilah kemenangan yang nyata pada mereka
Sebagaimana Engkau telah memberikan kemenangan sebelumnya
Agar Palestina tetap berjaya sebagai negeri yang penuh berkah.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Drs. Dedi Irwan
Lahir di Batusangkar tanggal 28 September 1967. SD sampai SMA di Batusangkar dan menamatkan S1 pada Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Batusangkar. Tamat April 1993 dan kemudian mengajar di MTSN Batusangkar sebagai tenaga honorer. Tahun 1992-2005 aktif mengelola kegiatan Pendidikan dan Dakwah Islam di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dakwah Islam Wihdatul Ummah. Tahun 1995 bersama aktivis dakwah lainnya, mendirikan TK Qurrata Ayun , tahun 2005 mendirikan SDIT dan PAUD. Semenjak tahun 1998 diangkat sebagai guru PNS dan mengajar di SMAN 2 Batusangkar sampai sekarang. Tahun 2012 mendirikan LSM Anak Nagari Cendekia yang bergerak di bidang dakwah sekolah dan pelajar diamanahkan sebagai ketua LSM. Di samping itu sebagai distributor buku Islami dengan nama usaha Baitul Ilmi. Sejak pertengahan Desember 2012 penulis berkecimpung dalam dunia penulisan dan dua buku sudah diterbitkan oleh Hakim Publishing Bandung dengan judul: "Daya Pikat Guru: Menjadi Guru yang Dicinta Sepanjang Masa dan Belajar itu Asyik lho! Agar Belajar Selezat Coklat. Kini tengah menyelesaikan buku ketiga Guru Sang Idola: Guru Idola dari Masa ke Masa. Di samping itu penulis juga menulis artikel yang telah dimuat oleh Koran lokal seperti Padang Ekspress, Koran Singgalang dan Haluan. Nama istri: Riswati guru SDIT Qurrata Ayun Batusangkar. Anak 1 putra dan 2 putri, yang pertama Muthiah Qurrata Aini (kelas 2 SMPIT Insan Cendekia Payakumbuh), kedua Ridwan Zuhdi Ramadhan (kelas V SDIT ) dan Aisyah Luthfiah Izzati (kelas IV SDIT). Alamat rumah Luak Sarunai Malana Batusangkar Sumbar.

Lihat Juga

Ribuan warga Ciamis, Jawa Barat melukan aksi jalan kaki menuju Monas, Jakarta. (jpnn.com)

Ribuan Massa dari Luar Jakarta Menyusul Kafilah Ciamis