Home / Berita / Nasional / PBNU: Pembuat Game ‘Bomb Gaza’ Tidak Berperikemanusiaan

PBNU: Pembuat Game ‘Bomb Gaza’ Tidak Berperikemanusiaan

Game 'Bomb Gaza'.(firstpost.com)
Game ‘Bomb Gaza’.(firstpost.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Slamet Effendy Yusuf, menyatakan pembuat game ‘Bomb Gaza’ memiliki naluri barbar.

“Pembuat game ‘Bomb Gaza’ sangat tidak berperikemanusiaan dan tidak sensitif dengan penderitaan dan kenestapaan anak-anak dan wanita di Gaza, Palestina, akibat agresi militer Israel,” tutur Slamet saat dihubungi Republika, Selasa (5/8/14) sore.

Menurut Slamet, pembuat game ‘Bomb Gaza’ itu menjadikan penderitaan warga Gaza, Palestina, menjadi bahan permainan dan sumber kegembiraan bagi para pemain game.

“Manusia modern saat ini terkadang sangat naif, termasuk pembuat game ‘Bomb Gaza’ yang menjadikan keuntungan sebagai mazhab atau ideologi utama”.

Buat mereka, papar Slamet, yang paling penting ialah jualan game ‘Bomb Gaza’ laris dan mencetak keuntungan sebesar-besarnya. Pembuat game itu tidak peduli dengan penderitaan anak-anak dan wanita di wilayah Gaza.

Slamet juga bersyukur pihak Google cepat tanggap dan segera menghapus content game itu dai aplikasi situs mereka. Pasalnya, kalau tidak dicabut, konflik dan pertentangan yang terjadi akan lebih besar lagi.

Menurut Slamet, sikap pembuat game itu bertentangan dengan trend dunia yang saat ini semakin menghargai jiwa manusia.

Bahkan, pembuat game ‘bomb Gaza’ justru menampilkan diri sebagai sosok manusia purba yang kejam dan ‘kanibalis’. Hal ini sangat buruk di era modern sekarang.  (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi - Anak-anak (Yudi/Primair)

Hilangnya Permainan Tradisional Adalah Hilangnya Moralitas dan Karakter Anak Bangsa?