Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Hakikat Kesabaran

Hakikat Kesabaran

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (rajabulgufron.wordpress.com)
Ilustrasi. (rajabulgufron.wordpress.com)

dakwatuna.com Kesabaran merupakan samudra kearifan; yang membentang di dalam sanubari kejiwaan manusia. Yang menopang beratnya hiruk-pikuk keduniaan, dan menanggung seluruh kekhawatiran akan alam akhirat. Karenanya kesabaran merupakan sahabat dekat ahli surga. Sekaligus menjadi karakter dasar orang yang kuat.

Rasulullah bersabda: “Mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah, daripada mukmin yang lemah.” (HR.Muslim). Kesabaran juga memusuhi ketergesa-gesaan. Karena ketergesa-gesaan ialah karakter setan. Sehingga manusia menjadi bisa bertahan dalam pergulatan perjuangan hidup yang panjang. Juga menahan diri dari pilihan-pilihan hidup yang tidak diridhai oleh Allah.

Al-kisah seorang arab badui datang menemui Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra. Seraya berkata “Aku mendapat ujian, berilah aku nasihat yang bermanfaat bagiku”. Ia menjawab “Wahai lelaki Arab, sesungguhnya ujian-ujian itu memiliki waktu dan mempunyai ujung. Susah payah seorang hamba dalam menjalani ujian sebelum Allah menghilangkannya, adalah tambahan menjalani ujian itu.”

Begitulah kesabaran menyikapi problema kehidupan. Kepahitannya akan berujung pada kemanisan iman. Perihnya proses akan berujung pada kesembuhan jiwa. Dan lemahnya keberdayaan dalam perjalanan, akan berujung pada munculnya gairah kehidupan. Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang sabar.

 

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ridwan Akbar
Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP UIN Jakarta.

Lihat Juga

Sabar, Syukur, dan Tawakkal Itu Mahal