Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Balita pun Hafal Al-Quran

Balita pun Hafal Al-Quran

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Balita pun Hafal Al-Qur’an".
Cover buku “Balita pun Hafal Al-Qur’an”.

Judul: Balita pun Hafal Al-Qur’an
Penulis: Salafuddin Abu Sayyid
Penerbit: Tinta Medina
Cetakan: Pertama, 2013
Tebal: 300 halaman
ISBN: 978-602-9211-84-9

dakwatuna.com Manusia mana yang tidak merasa kasihan terhadap anak kecil atau orang yang tidak berdosa dan tidak tahu apa yang namanya perang dan apa namanya pertikaian, harus terkena imbas korban kekerasan tentara zionis israel yang tidak berperikemanusian merenggut nyawa mereka dengan sadis.

Berdasarkan data medis otoritas Palestina, jumlah korban tewas dari hampir seminggu serangan udara israel di Gaza telah mencapai 186 orang. Semuanya adalah warga Palestina. Sementara itu, korban luka mencapai 1.390 orang. Jumlah korban tewas saat ini lebih besar dibanding jumlah korban tewas selama perang 2012 di Gaza.

Akibatnya suasana mencekam dan menakutkan terjadi setiap hari bahkan tidak mengenal waktu baik malam maupun siang, baik orang sedang melakukan ibadah puasa maupun tidak, mereka tetap melempar bom, rudal, dan peluru ke arah warga sipil yang tidak berdosa. Berdalih mencari kelompok HAMAS yang bersembunyi di tengah warga sipil. Tetapi kenapa warga sipil menjadi korban? Bahkan banyak di antara mereka yang terdiri dari anak-anak menjadi korban. Apakah mereka salah sasaran atau ada faktor kesengajaan? Padahal kalau dipikir-pikir mereka mempunyai radar yang canggih yang bisa mendeteksi sasaran. Kenapa harus salah sasaran!! Itulah pertanyaan yang menjadi membuat kita curiga atas tindak tanduk gerakan zionis israel. Harapan penulis disini, umat Islam di seluruh dunia harus bersatu dalam melindungi saudaranya muslim di Palestina baik dari segi materi maupun non materi.

Terlepas dari konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina ternyata di Palestina ada program syekh Dr. Abdurrahman Yusuf al Jamal yaitu memanfaatkan waktu liburan sebaik mungkin agar lebih bermanfaat. Bukannya malah membuang-buang waktu potensi. Ini juga merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan impian agar setidaknya disetiap rumah penduduk Palestina terdapat seorang Hafizh (hal. 170).

Sungguh mulia memang program tersebut karena mengisi kegiatan liburan dengan program menghafal Al-Quran. Bayangkan, menurut beliau juga bahwa perkembangan kegiatan menghafal Al-Quran di Palestina saat ini dibanding 40 tahun yang lalu sangat berbeda “Dulu, masjid-masjid masih sepi dan halaqah hanya berjumlah 8 saja. Saat ini masjid sudah ramai dan jumlah halaqah ada mencapai 1.200 halaqah yang kesemuanya fokos pada hafalan Al-Quran berikut mempelajari tafsirnya. Kini penghafal Al-Quran (Hafizh) di Palestina jumlahnya puluhan ribu. Subhanallah.

Selain itu juga kegiatan mengahafal Al-Quran di Gaza tidak hanya di lakukan melalui halaqah di masjid, tetapi juga di kamp-kamp pengungsian. Meskipun berada di dalam suasa seperti itu, anak-anak kecil Palestina tidak lupa tasmi’ (menyetorkan) hafalan Al-Quran. Ada salah satu bocah Gaza, Palestina yang mampu menghafalkan Al-Quran 20 halaman perhari yang bernama Muhammad Abuzer al Gazi.

Kisah-kisah penghafal Al-Quran ini bisa kita jadikan inspirasi kepada diri kita sendiri maupun orang lain bahwa mereka walaupun di tengah suasana perang mereka tetap menghafal Al-Quran. Lalu, bagaimana dengan kita yang berada dalam negeri yang aman dan damai sekarang ini? Untuk itulah baca dan teladani buku ini karena masih banyak ilmu yang kita gali dari buku ini mulai dari kisah yang penuh inspirasi, cara menghafal Al-Quran bagi anak belia dan Lansia dan kiat-kiat mencetak belia hafal Al-Quran.

Selamat membaca…

 

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pengajar di SD IT Tarbiatul Aulad, tinggal di Barabai, Kalimantan.

Lihat Juga

Sedekah air PPPA Darul Quran cabang Yogyakarta. (IST)

Warga Gunungkidul Bersyukur Dapat Kiriman Air dari PPPA Daqu Jogja