Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Bagaimana Ini, Bagaimana Itu

Bagaimana Ini, Bagaimana Itu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Bagaimana Ini, Bagaimana Itu".
Cover buku “Bagaimana Ini, Bagaimana Itu”.

Judul: Bagaimana Ini, Bagaimana Itu
Penulis: Tim Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa
Terbit: Cetakan pertama, Juni 2014
Penerbit: Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa
Tebal: 343 halaman
ISBN: 978-602-7807-36-5

dakwatuna.com Sebagai guru, pernahkah Anda mempertanyakan pemecahan atas masalah-masalah sehari-hari ini: Bagaimana membangkitkan semangat belajar siswa? Bagaimana menghadapi siswa yang superaktif? Bagaimana mencegah siswa bolos? Bagaimana menangani kelas bermasalah? Bagaimana mengikis ‘budaya’ kekerasan menghukum?

Atau Anda merasa jauh tertinggal dari guru di sekolah lain sehingga sering mengeluhkan soal-soal semacam ini: Bagaimana menghadirkan guru kreatif? Bagaimana memanfaatkan internet untuk pembelajaran? Bagaimana memajukan sekolah dengan fasilitas terbatas? Bagaimana menumbuhkan kemajuan belajar guru? Bagaimana menghadapi kepala sekolah yang kurang koperatif?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas, dan banyak pertanyaan lain yang kerap menggelayut di pikiran para guru dan kepala sekolah dapat ditemukan di dalam buku ini. Pemecahan tiap pertanyaan berangkat dari pengalaman praktis di lapangan, yang juga dilakukan para guru.

Resensi Buku:
Buku Bagaimana ini, bagaimana itu adalah sebuah buku yang dibuat berdasarkan pengalaman nyata para guru dalam menghadapi 1001 permasalahan dalam mengajar. Memecahkan masalah sehari-hari di sekolah dari pengalaman nyata khas nusantara (Indonesia). Dari sekian banyaknya masalah yang bisa jadi membuat otak ‘mentok’, kehabisan akal atau membuat frustasi, ternyata memiliki solusi dan cara penanganan yang sederhana, unik, kreatif dan menarik.

Buku ini terbagi menjadi 3 bagian pemecahan masalah, baik dari posisi guru, siswa ataupun selaku kepala sekolah, mengingat permasalahan dunia pendidikan sangat kompleks. Pembahasan tersebut meliputi bagaimana ini bagaimana itu guru, bagamana ini bagaimana itu siswa dan bagaimana ini bagaimana itu kepala sekolah.

Permasalahan pada bagaimana ini bagaimana itu guru meliputi bagaimana menjadi guru yang baik. Guru yang dapat mendidik dengan hati, penanganan kelas bermasalah hingga meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dalam buku ini, penulis memberikan solusi konkret untuk mengatasi segala permasalahannya dengan penyampaian yang mudah dicerna. Maka dari itu, cocok sekali dibaca untuk para guru yang baru memulai karir maupun yang sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan.

Keunggulan Buku:
Keunggulan buku ini terdapat daftar isi yang memudahkan pembaca. Daftar isinya pun diformat dengan sangat apik, di mana terbagi menjadi tiga penanganan permasalahan berdasarkan subjek dan objeknya yakni guru, siswa dan kepala sekolah. Bagusnya lagi, buku ini menawarkan solusi konkret/nyata baik oleh guru, trainer, konsultan pendidikan, pendamping sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga dapat dijadikan sebagai referensi dalam menangani masalah yang sama.

Tulisan disampaikan dengan bahasa yang mudah dicerna. Tambahan gambar yang menarik dan unik pun menambah sentuhan buku ini. Setiap sub-bab cerita tidak lebih dari tiga lembar sehingga tidak membuat bosan pembaca. Sebaliknya, membuat pembaca semakin termotivasi untuk memperbaiki diri karena disampaikan tidak dengan menggurui.

Kelemahan Buku:
Sebagian gambar pendukung terlihat kurang jelas (blur) sehingga mengganggu penglihatan pembaca. Dan ada beberapa penulisannya yang salah ketik sehingga mengurangi keindahan isi buku. Kontributor buku ini juga tidak diberi kontak baik itu berupa nomor telepon atau email sehingga dapat belajar lebih banyak dengan penulisnya langsung yang telah berpengalaman.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Guru Sekolah Guru Indonesia (SGI).

Lihat Juga

Hidayat: Guru yang Menegakkan Disiplin Tidak Dapat Dipidanakan