Home / Berita / Internasional / Asia / Kolumnis Mesir: Seandainya Saja Aku Orang Bolivia

Kolumnis Mesir: Seandainya Saja Aku Orang Bolivia

Fahmi Huwaidi (middleeastmonitor.com)
Fahmi Huwaidi (middleeastmonitor.com)

dakwatuna.com – Kairo. Salah seorang kolumnis terkenal di Mesir, Fahmi Huwaidi, membuat pernyataan kontroversial untuk menghormati sikap tegas pemerintah Bolivia terkait serangan Israel di Gaza.

Seperti dimuat dalam surat kabar Yordania, Assabeel, Sabtu (2/8/2014) hari ini, Huwaidi mengatakan, “Seandainya saja aku adalah warga Bolivia.” Huwaidi menghormati Bolivia yang telah memutus hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk protes terhadap serangan keji Israel terhadap warga Gaza yang telah berlangsung lebih dari tiga pekan ini.

Bukan hanya Bolivia yang melakukannya, tapi ada sejumlah negara Amerika Latin seperti Brasil, Ekuador, Venezuela, dan Kuba. Selain itu ada juga beberapa negara yang menarik duta besarnya dari Israel, seperti Cile, Salvador dan Peru.

Di sisi dunia lain, kota-kota besar di Eropa tumpah ruah oleh demonstrasi menentang Israel. menuntut Israel agar segera menghentikan pembantaiannya di Gaza.

Tidak kalah tegasnya adalah pernyataan lembaga-lembaga HAM dunia beserta Komisi Hak Asasi Manusia PBB (UNHCR) yang secara lugas menyebut Israel secara sengaja menarget warga sipil dalam serangan-serangannya. Hal yang melanggar undang-undang internasional.

Bahkan foto seorang pejabat UNRWA yang menangis sambil menceritakan bagaimana Israel secara sengaja menghancurkan sebuah sekolah miliki lembaga internasional di wilayah internasional di Gaza. UNRWA adalah sebuah lembaga PBB yang bertugas memberikan pendidikan, kesehatan layanan sosial, dan bantuan darurat kepada pengungsi Palestina.

Semua itu, menurut Huwaidi, dilakukan oleh pihak-pihak yang jauh dari Palestina. Sedangkan negara-negara Arab sendiri diam seribu bahasa. Tidak ada pernyataan keras dari pejabat; tidak ada penarikan Dubes; tidak gerakan sosial; tidak ada gelombang demonstrasi besar-besaran; bahkan bantuan kemanusiaan pun harus terhenti di perbatasan.

Para penguasa tidak hanya membenci warga Palestina, tapi juga dengan terang-terangan mendukung Israel. Banyak materi informasi yang menunjukkan hal demikian di berbagai media informasi. Bahkan surat kabar Mesir seperti Al-Ahaly, pada tanggal 23 Juli yang lalu, menyebutkan bahwa memberikan bantuan kepada warga Palestina adalah sebuah pengkhianatan kepada negara. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina